MMN.co, Serang – Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH), diminta agar tidak menyalahkan orang lain dalam insiden memasuki dan menduduki kursi ruang kerjanya oleh perwakilan massa aksi buruh. WH diminta untuk mengintrospeksi diri terkait dengan insiden tersebut.
Dewan Pembina Saung Hijau Indonesia (SAHID), Mannar Mas, mengatakan bahwa pemberitaan di berbagai media massa, WH menganggap bahwa insiden memasuki menduduki kursi ruang kerjanya merupakan preseden buruk.
“Jadi memang kita akui apa yang terjadi kemarin itu adalah sesuatu yang memalukan dan memang menjadi preseden buruk,” ujarnya, seperti dilansir dari Bantenmore.com, Jum’at (24/12/2021).
Akan tetapi, ia menilai bahwa apa yang menjadi reaksi dari WH justru jauh lebih menjadi preseden buruk. Sebab, reaksi WH terlihat berlebihan hingga menyalahkan berbagai pihak atas kejadian itu.
“WH seolah-olah menyalahkan pihak-pihak lain sebagai penyebab terjadinya tindakan tersebut yang mana dikatakan oleh pak WH disebut anarkis itu,” ucapnya.
Ia menegaskan, sikap dari WH tersebut dapat menjadi pemicu terganggunya kondusifitas antar lembaga, di Provinsi Banten.
Mannar menuturkan, seharusnya WH tidak bereaksi, dengan adanya insiden menduduki kursi di ruang kerjanya. Namun seharusnya, WH melakukan introspeksi diri dengan kejadian itu.
“Menurut saya WH harus introspeksi diri lah, terutama pendekatan atau pilihan-pilihan dengan cara berkomunikasi bersama Pemprov Banten dan kalangan buruh yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Menurut Mannar, para buruh pada saat menggelar aksi unjuk rasa hingga menduduki ruang kerja Wahidin Halim, bukan bertujuan untuk merusak maupun mempermalukan Pemprov Banten. Namun keinginan para buruh ialah melakukan dialog dengan Gubernur terkait dengan nasib upah mereka.













