Disebutkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini, Golkar dilahirkan dan berkiprah untuk membangun bangsa sehingga tidak aneh kalau pemimpin-pemimpin bangsa yang ada dan tersebar di berbagai tempat merupakan alumni dari Partai Golkar.
“Pendidikan politik ini semakin menjadi penting kita laksanakan agar kita semua sebagai aktivis dan penggerak partai bisa memperkuat ideologi partai dalam meraih kemenangan. Serta meluruskan tujuan bersama melalui ideologi karya kekaryaan guna mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa,” papar Kang Ace.
Itu sebabnya kata dia, pihaknya sengaja secara khusus menyusun kurikulum Dikpol yang lebih seksama. Supaya basis perjuangan berpolitik kader memiliki pola yang jelas dan terukur sesuai dengan semangat dan doktrin partai yang kuat.
“Bagi kita ada di dalam atau di luar kekuasaan seperti terjadi di beberapa daerah, di Majalengka misalnya adalah hal yang biasa. Terpenting kita harus tetap memupuk semangat karya kekaryaan. Sehinga Golkar dan kadernya senantiasa hadir dan selalu dirindukan ditengah-tengah rakyat,” kata Kang Ace.
Caranya, kata alumni Ponpes Cipasung Tasikmalaya ini adalah dengan selalu merawat karya kekaryaan melalui kegiatan dan keberpihakan yang bermanfaat untuk rakyat, yakni sebuah ideologi amal soleh dalam berpolitik.
“Ingat sebaik-sebaik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Khairun naas anfauhum linnas, sebaik-baik kita adalah yang mampu memberi manfaat bagi orang lain,” tegas Kang Ace menyitir sebuah hadist Nabi Muhammad SAW.
Golkar dengan ideologinya yang senantiasa teguh pada Pancasila, kata Kang Ace, tentu harus mampu membuktikan kepada rakyat bagaimana sebuah karya kekaryaan itu dapat menjadi solusi dan menjadi contoh bagi rakyat. Mampu mewujudkan amal soleh dalam tindakan politiknya.















