Kang Ace menegaskan, partainya akan senantiasa objektif dalam menentukan siapa yang akan ditetapkan sebagai calon kepala daerah, salah satunya melalui berbagai tahapan survei.
“Jangan coba-coba bermain politik tidak dengan saintifik. Jangan coba-coba melawan alam,” ungkapnya.
Kontribusi Besar Jabar
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengungkapkan, Golkar Jabar dibawah kepemimpinan Tubagus Ace Hasan Syadzily telah memberikan kontribusi besar bagi perolehan suara Partai Golkar secara nasional. Hal tersebut didukung oleh kerja keras seluruh kader Partai Golkar di Jawa Barat yang luar biasa.
“Ingat yang menentukan kita menang kemarin itu semata-mata karena kerja keras politik. Sehingga saat ini, kita menjadi satu-satunya partai politik yang kenaikannya suaranya cukup signifikan,” tuturnya.
Pemilu kemarin, kata dia, Partai Golkar bisa membuktikan tidak terpengaruh oleh opini. Bisa menunjukkan soliditas sehingga menjadi modal kuat dalam menghadapi Pileg dan Pilpres pada 14 Februari 2024 lalu.
“Oleh karenanya soliditas itu sangat penting, dan ingat agenda partai politik itu tidak pernah berhenti. Tidak ada jedanya. Besok kita Pilkada, harus kita buktikan kembali bahwa kita memang pantas menang,” sambung Doli.
Selanjutnya, kata Doli, kemenangan Partai Golkar juga ditentukan oleh strategi yang tepat. “Perencanaan kita dilakukan sejak jauh-jauh hari, hampir tiga tahun sebelum pemilu. Ini pula menjadi bagian strategis kita dalam memenangkan Pilpres,” terangnya.
Doli mengatakan, dalam menghadapi Pilkada juga Partai Golkar sudah melakukan perencanaan lebih dari satu setengah tahun. Dalam politik, kata dia, tak cukup hanya mengandalkan intuisi tapi harus ada legitimasi secara akademik salah satunya melalui survei.













