Rekruitmen kader, kata Kang Ace, harus terus digalang. Termasuk dari berbagai profesi yang bisa menunjang karya dan kekaryaan di dalam Partai Golkar.
“Dari Dikpol ini akan lahir kader-kader ideologis partai. Yakni mereka yang mampu melakukan kerja politik terstruktur dan terukur,” sambungnya.
Ia meminta kadernya bisa mecari anak-anak muda, tokoh nelayan, tokoh petani, tokoh agama untuk bergabung dengan Partai Golkar. “Yakinkan pada mereka bahwa Partai Golkar adalah partai tengah, partai yang tidak ke kiri dan tidak ke kanan. Partai yang senantiasa mengedepankan kemaslahatan, karya dan kekaryaan dalam perjuangan politiknya,” tutur Kang Ace.
Semangat ideologis yang berdiri untuk semua golongan demi kemaslahatan bangsa adalah jalan yang senantiasa ditempuh oleh Partai Golkar.
“Tujuan kemaslahatan bagi rakyat itulah Golkar hadir. Dalam bahasa agama tujuan politik ituadalah ‘tasharruf al-imam ala al-raiyyah manuthun bi al-mashlahah’. Bahwa kekuasaan politik yang diperoleh senantiasa didasarkan pada prinsip kemaslahatan,” sebutnya.
Bahasa agama lainnya kata Kang Ace Partai Golkar hadir untuk tempat beramal soleh. “Bangun kembali karya kekaryaaan kita. Negara akan maju kalau Golkar berkuasa,” katanya disambut riuh hadirin.
Pada kesempatan itu juga Kang Ace menyoroti kecenderungan politik saat ini yang lebih mengarah ke politik pencitraan. Bukan berbasis pada kemampuan bekerja.
“Partai kita ini partai kerja, meskipun bukan partai agama kita pun bisa memperjuangkan umat. Soal haji misalnya. Golkar bisa terdepan dalam melakukan perjuangan politik sesuai dengan apa yang diinginkan umat,” katanya.















