MMN, CIANJUR – Demi mendorong kemandirian Pemerintah desa (Pemdes), Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Sukaresmi, menggelar pelatihan kader teknik desa tahun anggaran 2019.
Pelaksana Kegiatan sekaligus Ketua UPK Kecamatan Sukaresmi Dodi Sopyan Ramadan menuturkan, pada kegiatan tersebut diharapkan nantinya bisa mewujudkan desa yang memiliki kemampuan sendiri dalam mengelola kegiatan pembangunan, terutama kegiatan infrastruktur dasar yang ada di desa. Diakuinya kegiatan seperti ini pertama kali digelar dan diharapkan menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya di Kabupaten Cianjur.
“Jadi nantinya setiap desa itu bisa mengolah, menghitung, mendesain, menganalisis kebutuhan pembangunan infrastruktur desanya masing-masing,” ujarnya.
Dengan adanya kader teknik tersebut diharapkan masyarakat desa mampu menemukan strategi pembangunannya sendiri.Ini dengan pola pembangunan desa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat desa. Dengan penguatan kemampuan masyarakat desa melalui pelatihan kader teknik, maka kemandirian desa dapat diwujudkan mulai dari pemantauan kapasitas dan kelembagaan masyarakat.
“Karena selama ini, desa-desa yang ada di Kecamatan Sukaresmi itu masih mengandalkan pihak lain yang mengerti secara teknis. Jadi mudah-mudahan saja setelah pelatihan ini kedepan bisa direalisasikan di desa masing-masing,” jelasnya.
Menurutnya, pelatihan ini juga sangat penting bagi desa, karena bersifat panjang. Artinya ketika setelah dilatih seperti ini, maka para kader tekniklah yang nantinya bisa mengelola tentang suatu pembangunan di desa. Jangan sampai terus ketergantungan kepada pihak luar.
“Ketika tidak ketergantungan terhadap tenaga ahli pihak lain, maka potensi SDM yang ada di desa pun bisa diberdayakan,” kata dia.
Kegiatan ini pun, lanjut Dodi, melibatkan 11 desa se-Kecamatan Sukaresmi. Yakni Desa Cibadak, Ciwalen, Sukaresmi, Kawung Luwuk, Cikancana, Cibanteng, Kubang, Rawabelut, Cikanyere, Pakuwon, dan Sukamahi.
“Dari sebelas desa di Sukaresmi ini, masing-masing mengirimkan tiga perwakilan kader teknik desa,” tambahnya.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan tiga hari tersebut, dikatakan Dodi, meliputi pembahasan tentang cara-cara kontruksi bangunan, menganalisa, dan menghitung anggaran sebelum pembangunan dilaksanakan oleh desa, yang di latih oleh Pendamping Desa Tekhnik Infrastruktur (PDTI) yang tersebar di Kabupaten Cianjur.
“Jadi sebanyak 33 para kader ini akan terus dilatih selama tiga hari hingga Kamis mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sangat disayangkan saja ketika dalam satu kegiatan di desa nantinya, anggaran bagi pelaksana teknis itu diberikan ke pihak lain. Maka dari itu, kegiatan semacam ini jangan sampai sia-siakan. Karena sangat penting bagi kelangsungan desa tersebut.
“Mudah-mudahan saja setelah pelatihan ini, para kader bisa mempraktekkan dalam pembangunan desanya, supaya lebih efektif, efesien, dan lebih maju lagi,” tandasnya.(Farhan MR)
















Mantap