MetroMediaNews.co – Korban luka bakar akibat meledaknya tabung gas elpiji 3 kg, Keluarga Ahmad Effendi (42) warga Kampung Ciwalen Pasar, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi membutuhkan uluran tangan. Hingga saat ini belum turunnya bantuan dari pemerintah.
Gilang Prayoga, anak pertama dari Ahmad Efendi menjelaskan, pasca kejadian hampir satu bulan yang lalu hingga saat ini belum turunnya bantuan dari pemerintah. Padahal dirinya sangat membutuhkan uang untuk pengobatan sang ayah.
“Saya sudah membawa kedua orang tuanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan pada 10 September 2019. Setelah diperiksa, ayah saya (Ahmad) dan ibu saya (Kartika) harus dioperasi pengangkatan infeksi. Namun, saya kebingungan dalam hal biaya operasi,” jelasnya.
Diakuinya selama lima hari dirawat dan operasi di RS memakai uang sendiri. Dokter mengatakan bahwa luka bakar bapak paling parah jadi harus operasi cangkok kulit tapi kebingungan soal biaya.
“Saya juga tidak tega meninggalkan orang tua bekerja, ini saya lakukan demi keluarga,” katanya.
Diakuinya akibat terbentur biaya ibu dan bapaknya dirawat di rumah. Kini orang tuanya hanya bisa terbaring lemas di rumah. Gilang pun membeberkan kejadian tersebut akibat bocornya gas epliji tiga kilogram, pada Minggu (01/09) yang lalu.
“Orang tua saya pada waktu itu bersama anak bungsunya Abizar Al-Ghifari Ahmad (4) terbakar setelah gas Elpiji tiga kilogram yang biasa digunakan keluarga untuk memasak mengalami kebocoran. Kondisi yang parah dialami oleh bapak saya, sedangkan ibu saya mengalami luka bakar karena menyelamatkan adik saya Abizar,” tukasnya.
Editor: Dedy Rahman
Reporter: Farhan MR















