MetroMediaNews.co – Perkebunan kopi menghijau dan mulai masa panen saat ini di desa Bandar Agung, kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung, tapi di sebagian rumah-rumah masyarakat ada sedikit cara berbeda proses pemetikan maupun pengolahannya.
Daerah tersebut yang sekitar 60 persen para penduduknya berpenghasilan dengan berkebun kopi, dengan itu sudah pasti menghasilkan kopi yang lumayan banyak.
“Bila dahulu mereka para petani memetik kopi yang masih kuning bahkan hijau. Kini kesadaran masyarakat tumbuh setelah dikenalkan komunitas baru dari salah satu pengolah kopi olahan di daerah Banjit yang diberi merk Kopi Talang (KOLANG) dengan sendirinya usaha kecil produsen kopi seperti kami jadi lebih mudah mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Sebagian sudah petik merah,” kata pria yang kerap disapa Sekna, Kamis (13/8/3020).
Kopi petik merah harus dipetik disaat semua buahnya berwarna merah dan dipisahkan dengan yang masih hijau dan kuning. Proses penjemuran juga diberi alas sehingga tidak menyentuh tanah.
“Setelah kering digiling dan bijinya dipisahkan lagi biji yang bagus dengan yang pecah-pecah. Meskipun pengolahan kopi terbilang cukup lama dan sedikit rumit, tapi kopi petik merah harganya cukup tinggi dibanding kopi yang dipetik hijau ataupun diolah biasa,” jelasnya.
Suhardin salah satu petani yang juga membudidayakan kopi petik merah mengatakan, dengan kisaran harga Rp25 ribu per kg nya, dibanding kopi biasa yang harganya kisaran Rp18 ribu. Sekarang sudah pasti bisa menambah penghasilan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, awalnya sedikit bingung dengan cara-cara pengolahan nya, namun dengan adanya kelompok pembelajaran tata cara pengolahan dari Sekna yang sekaligus Ketua Kelompok usaha petik merah saat ini sudah mengetahui cara pengolahannya agar mendapatkan biji kopi yang berkualitas tinggi.
“Sudah banyak sekarang selain masyarakat Kampung Bandar Agung, Kampung lain juga yang ada di kecamatan Banjit sudah mulai membudidayakan cara pemetikan dengan cara memetik saat sudah merah. Memang sedikit rumit tapi untuk rasa dan kualitas sudah pasti jauh beda dengan yang biasa dan kedepannya kawasan Banjit bisa menjadi central penghasil kopi yang berkualitas dan dikenal dunia luar,” tandasnya.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: M Nasir















