MMN, CIANJUR – Kelompok Ulama Muda Kabupaten Cianjur yang tergabung dalam Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor menghimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati untuk tidak mengikuti kehendak kaum khawarij yang senang menyalahkan, bahkan mengkafirkan sesama muslim. Termasuk menentang dan berkehendak makar terhadap pemerintahan yang sah di negeri ini.
Pimpinan MDS Rijalul Ansor Cianjur KH. Cepy Hibbatullah menjelaskan, kaum khowarij akan senantiasa membungkus kehendak politiknya dengan mengatasnamakan agama. Siapapun yang tidak bersepakat dengan mereka, maka dengan mudah akan disebut munafik, pendusta, dikafirkan hingga dihalalkan darahnya.
“Saya melihat gerakan mereka masif akhir-akhir ini. Menyusup menjelang penghitungan akhir Pemilu 2019 ini. Mereka tidak suka dengan semua Capres/ Cawapres ataupun partai – partai peserta Pemilu. Yang mereka inginkan NKRI ini hancur,” jelasnya, Jumat (17/5/2019).
Hibbat yang juga pengasuh Pondok Pesantren Hibbatussa’diyyah 12 Pan Nagrak Cianjur ini menuturkan, jenis dari kelompok khowarij ini ada beberapa macam. Namun yang paling menonjol saat ini adalah kelompok Khowarij Al Qo’diyyah. Ciri dari kelompok ini adalah keluar dari sifat – sifat ketaatan, dan senang memberontak terhadap pemerintah. Lisan dan tulisan mereka selalu memprovokasi masyarakat untuk membenci dan merasa benar sendiri.
“Tuduhan-tuduhan atau finah mereka selalu melalui saluran Medsos, tanpa mau mengajukannya ke pengadilan. Karena mungkin, memang mereka tidak mempunyai bukti apapun,” tutur Hibbat.
Kalau masyarakat sudah tidak percaya kepada pemerintah, lanjut Hibbat, lalu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kacau, barulah kaum neo khowarij ini bersuka cita. Contoh mutlak negri muslim yang hancur lebur akibat dari gerakan mereka adalah Iraq, Libya ataupun Syiria. Dimana disana, antara satu muslim saling bunuh dengan muslim lainnya. Apalagi terhadap non muslim, habis dibantai dan diperbudak.
“Maka seluruh masyarakat Indonesia wajib untuk berhati – hati. Mempercayai pemerintah jauh lebih baik daripada berbuat kerusakan di muka bumi,” tutupnya.(Jay)















