Situasi semakin mencekam ketika unjuk rasa anarkis pecah dan terjadi bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa. Kasat Intelkam menerima informasi bahwa telah terjadi penyanderaan oleh kelompok yang tidak puas dengan hasil Pilkada. Kapolres Langsa segera memerintahkan Kabag Ops untuk berkoordinasi dengan Dankie Brimob guna membebaskan sandera yang diketahui disekap di sebuah rumah kosong.
Tim Brimob segera bergerak dan berhasil menyelamatkan sandera serta menangkap pelaku penyanderaan. Ketika sterilisasi dilakukan di rumah kosong tersebut, ditemukan benda mencurigakan yang diduga sebagai bom rakitan. Dankie Brimob langsung memerintahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan menjinakkan bom tersebut.
Dengan kehati-hatian dan kecekatan, Tim Jibom dari Satuan Pelopor 2B Brimob Aramiah berhasil meledakkan bom rakitan tersebut dengan aman.
Kapolres Langsa, AKBP Andy Rahmansyah SIK, SH, MH, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi yang dinilainya sangat berhasil. “Ini adalah gambaran apa yang mungkin kita hadapi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam Pilkada mendatang. Saya berharap kita semua bisa menjaga marwah kepolisian dan negara dalam pelaksanaan tugas pengamanan Pilkada 2024,” ujarnya.(Fahrid)













