MMN.co, Cianjur – Kisah haru sekaligus inspiratif datang dari seorang kakek bernama Saman (60). Walau dengan kondisi tidak sempurna kedua kaki nya yang mengalami kelumpuhan sejak lahir, namun semangat juang bekerja mencari nafkah untuk istri dan anaknya tidak mengenal lelah.
Kakek beranak dua ini tinggal bersama anak istrinya di Kampung Cisireum RT 3/9, desa Naringgul, kecamatan Naringgul, kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kesaharian kakek Saman bekerja sebagai pengrajin golok (pandai besi). Selain menjadi pengrajin golok dia juga bisa membuat gamelan perangkat alat musik (Sunda) seperti saron, bonang, kecapi, gendang, gong, dan lainya.
Lebih dari itu, ada yang lebih untuk diketahui yaitu kakek Samam mempunyai kepandaian dengan mengunakan kedua belah tangannya yang kuat dan kekar sebagai tukang kuli bangunan rumah dan tukang servis alat alat elektronik. Padahal kakek Saman jika berjalan keluar rumah ngorondang (merangkak) seperti bayi, hanya mengandalkan kekuatan otot dengkul.
Kini dimasa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia bahkan Indonesia usaha kakek Saman mengalami penurunan karena mengurangnya pesanan dari para pelanggan karena dampak Pandemi.

Kakek Saman (60) mengatakan, kondisi kelumpuhan kedua kakinya sudah sejak lahir dialami.
“Kaki saya lumpuh total tidak bisa berjalan sudah bawaan sejak lahir, dan ini mungkinkah sudah takdir dari tuhan yang maha kuasa. Yang penting kakek sehat dan bisa bekerja untuk menafkahi istri dan anak,” katanya dengan nada rendah kepada MMN.co saat ditemui dikediamannya, Jumat (10/9/2021).
Terus terang, lanjut Kakek Saman, dirinya tidak malu walau keadaan tubuhnya tidak sempurna seperti orang lain pada umumnya.
“Saya syukuri walau kedua kaki saya lumpuh mungkin ini sudah takdir dan kehendak tuhan yang maha kuasa yang penting mah sehat,” tukasnya.
Menurut Kakek Saman, prinsip yang paling penting hidup itu tidak berbuat jahat dan merugikan orang lain apalagi sampai meminta minta belas kasihan dari orang lain.
“Alhamdulillah selama ini kakek menafkahi istri dan kedua anak kakek hasil jerih payah bekerja dengan mengunakan kedua belah tangan kakek yang masih utuh dan kuat dan kini anak anak sudah pada menikah,” ucapnya.
Kakek Saman mengaku, walau jalan hanya mengunakan kekuatan otot dengkul merangkak seperti bayi, tapi kalau jalan keluar masih kuat.
“Kalau pesanan golok dari pemesan banyak tiap hari kakek diluar rumah dilokasi pembuatan golok (Pandai Besi) untuk mempersiapkan api di tungku pembakaran untuk membakar besi golok, pisau dan setelah dibakar perangkat besi itu kemudian sama kakek dipukul pukul mengunakan martil, lalu dicelupkan di bak air pendingin dan jadilah golok. Setelah jadi golok lalu Kakek bikin gagang (Hulu) dan serangkanya dari bahan kayu yang bahannya bagus,” jelasnya.
Masih kata Kakek Saman, selama ini dia juga selain membuat golok (Pandai besi), juga membuat alat alat gamelan.
“Jujur saja yang jadi kendala nya itu modal yang engak ada, hanya mengandalkan modal kecil kecilan saja. Sementara kalau mau buat peralatan gamelan perangkat kesenian alat alat nya harus lengkap. Salah satunya harus punya mesin las karbit dan tabung gas,” ucapnya.
Kakek Saman menambahkan, kalau dulu waktu masih muda kisaran usia 35 tahun dia masih kuat jadi tukang kuli bangunan diundang sama warga hingga keluar desa. Nah kalau sekarang karena faktor usia dirinya fokus dirumah saja membuat kerajinan tangan yakni bikin Golok (Pandai besi) dan servis alat alat elektronik.
“Kadang suka dibantu sama anak anak kadang sendiri karena kalau bikin golok (Pandai besi) harus orang yang sudah berpengalaman. Selama Pandemi ini memang pesanan agaka menurun tapi Alhamdulillah kakek masih bisa makan walau engak dapat bantuan juga. Kakek tidak pernah berharap lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah,” tukas kakek Saman dengan senyuman manisnya.
Sementara itu Yoyon (46) salah seorang tetangganya mengatakan, sepengetahuan saya dari semenjak saya kecil melihat kakek Saman ini lumpuh kedua kakinya, namun kreatif dan semangat kerja nya itu tinggi pantang menyerah.
“Pekerjaannya membuat golok, pisau (Pandai besi) dan malahan aktif juga di kesenian, bisa dibilang di Kampung sini pakarnya sebab karya karyanya sudah nyata dan terbukti. Seingat saya waktu kakek Saman pisiknya masih kuat pernah memanjat pohon kelapa malahan pernah jadi tukang kuli bangunan,” katanya.
Menurutnya, jujur saja saya salut dengan semangat juang kakek saman walau dengan kondisi tubuh yang serba kekurangan (kedua kakinya lumpuh) tapi tidak pernah mengeluh justru menjadi motivasi bagi saya dan umum nya untuk kita semua yang diberi tubuh sempurna oleh Alloh SWT.
“Harapannya semoga kakek Saman diberikan kesehatan dimudahkan rizki nya serta umur panjang sebab kakek Saman selain kreatif dan tipikal pekerja keras, suka menolong sesama kalau ada rizki lebih itu,” tukas Yoyon.
(Jay)















