MMN.co, Jakarta – Tokoh masyarakat dan warga kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, mempertanyakan penyeleksian pegawai PPSU yang tidak memprioritaskan warga setempat.
Mereka menduga dalam penyeleksian pegawai PPSU tidak dilakukan secara transparan dan ada titipan yang berasal dari luar wilayah Jembatan Lima.
Salah seorang warga kelurahan Jembatan Lima yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya Pemerintah kelurahan lebih memperhatikan warga setempat dari pada memprioritaskan orang luar dalam penyeleksian pegawai PPSU.
“Coba bayangkan, orang diluar Jembatan Lima jadi pegawai PPSU, sedangkan warga setempat malah jadi pengangguran,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami minta kepada pak lurah agar melakukan penyeleksian dengan transparan, dan memprioritaskan masyarakat warga Jembatan Lima,” katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup kelurahan Jembatan Lima, Arif Syamsudin mengatakan, selama dalam penyeleksian pegawai PPSU sudah dilakukan secara transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Sesuai peraturannya warga yang ingin menjadi PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan -red) khususnya PPSU syarat mutlak adalah ber KTP DKI Jakarta,” ujar Arif kepada MMN.co, Kamis (20/1/2022).
Ada 46 pegawai PPSU di kelurahan Jembatan Lima, kata Arif, dan tahun ini dalam penyeleksian pegawai baru 45 orang yang diterima adalah pegawai lama. Satu orang gugur karena tidak memenuhi persyaratan.
“Jadi sudah cukup jelas bahwa kelurahan Jembatan lima tetap memprioritaskan warga setempat dengan didukung ke 45 orang tersebut memenuhi persyaratan,” terang Arif.
















Bukan hanya itu pimpinan juga mungkin di sogok pelamar baru yang sudah masuk pun bisa enak kerja nya..emang ada ketika pelamar baru langsung kerja nya hanya di kantor tidak turun kelapangan..tolong sidak pak Anis pimpinan seperti itu