SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Miris Perjuangan Warga di Cianjur Menandu Jenazah Hingga Belasan Kilometer

155
×

Miris Perjuangan Warga di Cianjur Menandu Jenazah Hingga Belasan Kilometer

Sebarkan artikel ini

Cianjur – Sunguh miris perjuangan warga Kampung Cikurutug, desa Mekarsari, Naringgul, Cianjur Selatan saat akan membawa pulang jenazah salah seorang warga yang meninggal di rumah sakit karena tak ada akses jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat (ambulance-red) terpaksa harus menjemput ke kampung Cigaru menggunakan tandu untuk membawa pulang jenazah tersebut sampai ke rumahnya.

Iwan (40) salah seorang warga mengatakan, benar tadi pagi tepatnya kami bersama warga lainnya menjemput jenazah salah seorang warga yang meninggal di rumah sakit di kampung Cigaru.

“Karena terpaksa tidak ada akses jembatan yang bisa dilalui kendaraan (ambulance-red) untuk mengantarkan sampai kampung Cigaru Wangunjaya, dan kami melanjutkan menggunakan tandu untuk membawa jenazah tersebut dengan perjalanan mencapai 16 kilometer memakan waktu hampir 6 jam,” katanya.

Iwan bersama warga lainnya berharap pemerintah kabupaten Cianjur untuk segera membangun jembatan tepungan yang menghubungkan desa Mekarsari dan Wangunjaya.

“Dari dulu hanya janji-janji doang tidak ada realisasinya pembangunan jembatan, padahal jembatan tersebut sangat dibutuhkan. Walau kami berada dipelosok desa, kami juga ingin merasakan pemerataan pembangunan seperti di kota-kota,” ujarnya.

Sementara itu Saleh Hermawan selaku kepala desa Mekarsari menjelaskan, benar tadi pagi ada warga yang meninggal dunia di rumah sakit Purwakarta dan jenazahnya diantarkan menggunakan ambulance namun karena tidak adanya akses jembatan yang bisa dilalui terpaksa mobile ambulance hanya bisa sampai ke kampung Cigaru dan selanjutnya dijemput sama warga dengan cara menandu beramai-ramai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *