MetroMediaNews.co – Kondisi sungai Citarum saat ini memprihatinkan akibat banyaknya penumpukan sampah dan pembuangan limbah.
Diketahui, sebanyak 90 persen industri tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah. Akibatnya, 340 ribu ton limbah cair mengalir di Sungai Citarum setiap harinya.
Selain itu, tercatat sebanyak 15 juta jiwa hidup di bantaran sungai ini. Setiap harinya 35,5 ton tinja manusia dibuang langsung ke sungai. Belum lagi volume sampah rumah tangga yang terus bertambah membebani sungai Citarum dan masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke aliran sungai ini.
Padahal, dungai Citarum merupakan sumber penghidupan bagi 28 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta. Apalagi sebanyak 80 persen air minum penduduk Jakarta bersumber dari Sungai Citarum. Selain itu, 420 ribu hektare lahan pertanian airnya bersumber dari Sungai Citarum.
Sungai sepanjang 269 kilometer dan mengalir di 12 wilayah administrasi kabupaten/kota itu telah menjadi sumber tiga pembangkit listrik tenaga air, yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur yang dibangun di aliran sungai ini. Ketiganya mampu menghasilkan 1.400 megawatt pasokan listrik.
Oleh karena itu, mengingat urgensi dan guna memulihkan kondisi Citarum tersebut, Presiden Joko Widodo mencanangkan Restorasi Ekosistem DAS Citarum di hulu Citarum, Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis, 22 Februari 2018.
Sebelum prosesi pencanangan, Presiden menunjukkan aksi nyata dengan menanam 1.000 pohon bersama masyarakat serta melepasliarkan sepasang elang Jawa sebagai simbol satwa dirgantara nasional.















