“Ibadah kedua yang kita lakukan di tengah pandemi adalah ibadah kurban, di tengah wabah ini, ibadah kurban akan lebih bermakna dan terasa bagi masyarakat ekonomi lemah. Selama pandemi, berbagai sektor tak terkecuali sektor ekonomi ikut terkena imbas. Banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya karena harus kehilangan mata pencarian,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Dari hal ini kita bisa menarik dua hikmah dari ibadah kurban di masa pandemi. Yang pertama adalah hikmah Vertikal, yakni semakin dekatnya kita kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan hikmah Horizontal yakni kedekatan dengan sesama manusia dengan saling berbagi rezeki di tengah situasi sulit akibat pandemi ini,” tandasnya.
Editor: Dedy Rahman
Penulis: M Nasir















