SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Diduga Jajanan Makaroni Penyebab Puluhan Siswa Keracunan

143
×

Diduga Jajanan Makaroni Penyebab Puluhan Siswa Keracunan

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Diduga mengkonsumsi makaroni, sebanyak 27 siswa yang terdiri dari 8 anak TK Tunaskarya dan 19 anak SD Sukanagara 3 mengalami keracunan, Selasa (29/10). Para siswa tengah menjalani perawatan medis di Puskesmas Sukanagara.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan N Fauzy menjelaskan telah terjadi keracunan yang menimpa anak-anak TK Tunaskarya dan SD Sukanagara 3.

“Tim kami sudah turun kelapangan ada 27 anak yang katanya keracunan dari jajanan jenis Makaroni di disekitaran Pasar,” kata dr Irvan, Selasa (29/10).

Dikatakannya, keluhan yang dialami oleh pasien atau anak-anak mengalami pusing dan muntah. Saat ini kondisi anak sekarang sudah diobservasi, oleh pihak Puskesmas Sukanagara, meskipun kondisinya tidak ada yang mengkhwatirkan, akan tetapi semua anak-anak yang terdampak dari jajananan makaroni tersebut akan diobservasi selama 6 jam kedepan.

“Jadi nanti anak-anak yang sudah ditangani akan diobservasi selama 6 jam kedepan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Sukanagara Hj Tuti Amalia mengatakan murid yang keracunan awalnya datang tujuh orang.

“Kebanyakan mengeluhkan mual, muntah, dan pusing, murid berasal dari SDN 3 Sukanagara dan TK Tunas Karya,” ujarnya.

Tuti mengatakan, keluhan mual, muntah dan pusing, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Dari keterangan para murid, mereka mengeluh keracunan setelah setengah jam mengonsumsi makanan jajanan sekolah,” katanya.

Tuti mengatakan, para korban langsung diobservasi dan ada yang dilakukan infus juga.

“Untuk makanan sudah ada yang mengambil sampelnya untuk diperiksa di laboratorium,” tukasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Farhaan MR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *