Dalam sesi ini peserta diberikan permainan totoroktokan, héheotan, dan gangsing. Ketiga permainan tersebut merupakan permainan tradisional khas masyarakat Sunda di Jawa Barat.
Seperti diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur bertahan di perintah terendah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Meskipun mengalami kenaikan setiap tahunnya, namun Cianjur belum bisa naik posisi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistika (BPS) sejak 2018 hingga Kabupaten Cianjur berada di penilaian IPM 2021 Cianjur berada di posisi paling bawah.
Pada 2018 IPM Cianjur di angka 64.62, pada 2019 mengalami kenaikan menjadi 65.38. Namun pada 2020 terjadi penurunan sebesar 0.02, sehingga IPM Cianjur berasa di angka 65.36.
Sementara itu untuk 2021 IPM Cianjur naik menjadi 65,56 poin. IPM Cianjur di tahun lalu di bawah Kabupaten Tasikmalaya dengan 65.90 dan Garut dengan 66.45 poin.
BPNB Jabar juga selain bekerjasama dengan Lokatmala Foundation pada hari yang sama menggelar program sejenis bersama Yayasan Alfatima dan Rambati Nusantara di Posko Pengungsian Mandiri Kampung Cisarua RT. 04/07 Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.
(Red)















