SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Dua Pasien PDP di Cianjur akan Segera Dirujuk ke RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet

93
×

Dua Pasien PDP di Cianjur akan Segera Dirujuk ke RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Dua orang pasien di Kabupaten Cianjur dalam pengawasan (PDP) akan segera di rujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Pasien tersebut kini tengah dalam persiapan untuk segera dirujuk.

“Kita rujuk ke sana, karena protapnya seperti itu jadi akan di Pusatkan di Rumah Sakit darurat Covid-19 Wisma atlet, karena saat ini di RSUD Sayang penuh,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr. Yusman Faisal, Rabu (25/3/2020).

Yusman menuturkan, pasien yang dirujuk ke Rs Darurat Wisma atlet bukan karena kondisinya buruk, akan tetapi berdasarkan protap seperti itu.

“Alternatif ke dua itu Wisma Atlet, tapi kalau disana penuh terpaksa dirawat di masing-masing Rumah Sakit. Mau ga mau harus mampu merawatnya,” ucap Yusman.

Yusman menyebutkan, saat ini ada tiga orang pasien dalam pengawasan (PDP) di Cianjur.

“Jadi yang diisolasi di Rumah sakit sayang satu orang, dua orang akan dirujuk, sekarang lagi proses rujukan,” katanya.

Yusman menyebutkan, untuk ruang isolasi yang ada di seluruh rumah sakit yang ada di Cianjur ada 22 ruang isolasi terbagi dalam 5 rumah sakit.

“Di RSDH ada 6, di RSUD sayang ada 5, di Cimacan ada 3, di pagelaran ada 2 dan di Bhayangkara juga ada,” ungkapnya.

Sementara untuk alat Rapid Test Kabupaten Cianjur mendapatkan 25 buah, hal tersebut jauh dari ajuan sebanyak 3 ribu lebih.

“Ajuannya kan tadi lebih dari 3000 ya, mudah-mudahan ini hanya tahap awal dulu, nanti kan kalo udah mencukupi yang zona merah Gubernur Jabar akan lebih banyak memberikan ke zona hijau,” jelasnya.

Untuk alat pelindung diri (APD) di Cianjur dirasakan sangat kurang, bahkan untuk puskesmas juga masih sangat membutuhkan.

“Kalau untuk APD kan di rumah sakit yang lain juga kurang, jadi keluhannya sama, punya uang pun belum tentu bisa beli, dan kalu beli pun takut karena harganya,” tandasnya.

Editor: Red
Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *