Menurut pandangan Kang Ace, cara Santri dan Pondok Pesantren untuk bisa terlibat dalam mengelola bangsa, Santri harus memiliki ilmu pengetahuan dan jangan menjauh dari politik.
“Karena dengan politik kita bisa mengelola kehidupan bernegara. Kita bisa menciptakan kesejahteraan dan kemaslahatan bangsa,” papar Kang Ace.
Dimana tujuan berpolitik bagi Santri, kata Kang Ace, adalah mendapatkan maslahat sesuai dengan kaidah ‘tashorruf al-Imam ala ar-ra’iyah manuthun bi al-maslahah (kebijakan pemerintah atas rakyat harus didasarkan pada prinsip kemaslahatan-red).
Saat berkunjung ke Pesantren Azzainiyyah Kang Ace juga didampingi anggota Fraksi Golkar DPRRI dapil Sukabumi, Dewi Asmara, Wakil Ketua Harian DPD Partai Golkar, Daniel Muttaqien serta pengurus lainnya juga sempat meninjau lingkungan pesantren yang dikenal dengan Pengajian Tariqat dan Alhikamnya itu.
Menurut keterangan, Pesantren ini didirikan oleh KH. Zezen Zainal Abidin Zayadi Bazul Asyhab (Alm) pada 04 Febuari 1978 yang kemudian Pesantren Azzainiyyah kini dilanjutkan oleh puteranya KH. Aang Abdullah Zein.
Kini Azzainiyyah memiliki ratusan Santri dan Santriwati Salafi disamping siswa sekolah formal. Ponpes diatas lahan tak kurang dari tujuh hektar itu Azzainiyyah rutin mengadakan pengajian bulanan yang biasanya di ikuti oleh lebih dari lima ribu mustami yang merupakan Jamaah Toriqoh tetap dari berbagai daerah.
(Jay)















