MMN.co, Lampung – Heboh kunjungan Ketua KPK, Komjenpol Firli Bahuri, sowan ke DPD-RI Selasa kemarin mewarnai jagat pemberitaan di tanah air. Hal tersebut tentunya disambut gembira oleh banyak kalangan, sebab dengan demikian akan tercipta sinergitas yang kuat antara KPK dan DPD-RI dalam menjalankan fungsi masing-masing lembaga negara tersebut.
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, misalnya, ia mengapresiasi pertemuan pimpinan lembaga anti rasuah Indonesia itu dengan pimpinan DPD-RI. Dalam rapat resmi yang dipimpin oleh Ketua Komite I DPD-RI, Fachrul Razi, kedua institusi itu telah berhasil menyepakati beberapa hal, seperti program pencegahan korupsi dan penekanan agar setiap pejabat negara wajib disiplin dalam melaporkan kekayaannya ke KPK secara rutin.
“Saya memandang pertemuan yang baru pertama terjadi antara pimpinan KPK dengan pimpinan DPD-RI itu sebagai sesuatu yang positif dan patut didukung. Semoga dengan pertemuan Selasa, 14 Desember 2021 kemarin, kedua instansi tersebut dapat saling mendukung dalam menjalankan agenda-agenda strategis kedua lembaga, khususnya dalam hal pemberantasan korupsi di kalangan anggota dewan,” beber Lalengke kepada media ini dari Jakarta, Rabu, 15 Desember 2021.
Namun begitu, banyak kalangan juga yang skeptis terhadap kunjungan KPK ke DPD-RI ini. Mereka menganggap bahwa pertemuan yang di-blow-up besar-besaran itu sebagai pencitraan semata. Apalagi, setelah itu muncul statemen bahwa Ketua KPK mendukung usulan soal ambang batas atau presidential threshold nol persen. Nuansa politiknya jadi lebih mencuat.
Warga Lampung yang selama ini memperjuangkan daerahnya melalui upaya penangkapan para penggarong APBD dan keuangan yang diperuntukan bagi pembangunan Lampung, justru mempertanyakan urgensi kunjungan Ketua KPK Filri Bahuri ke DPD-RI. “Kami tidak butuh Ketua KPK sowan ke DPD-RI untuk rapat dengan lembaga itu. Yang kami perlukan adalah penangkapan dan proses hukum terhadap anggota DPD-RI asal Lampung yang diduga kuat sebagai koruptor kelas kakap, Ahmad Bastian,” ujar Edi Suryadi, warga Bandar Lampung yang menjabat sebagai Sekjen Topan-RI, 15 Desember 2021.















