“Tim riset dipilih dalam frame kolaboratif antar perguruan tinggi. Tahun-tahun sebelumnya telah melibatkan 9 perguruan tinggi seni di Indonesia. Tahun ini menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dengan kompetensi keilmuan yang multidisiplin,” sebutnya.
Dijelaskan Yanti, Layar Sauh merupakan karya seri Jelajah Negeri Maritim. Judul Layar Sauh merujuk dari beberapa istilah dalam dunia perkapalan atau kemaritiman.
“Secara konseptual bermakna menancap agar tidak oleng, menahan agar tidak runtuh. Bentuk karya mengekspresikan bagaimana menyesap laut, meraba pasir, mengentak kaki, menahan desir angin, menggapai debur ombak,” ungkapnya.
Perjalanan riset ini, kata dia, telah dilakukan dengan menjelajahi wilayah pesisir dan dunia kemaritiman Indonesia dari bumi Cendrawasih hingga Tanah Rencong.
“Jelajah yang tidak akan pernah selesai sebagai pesona panggung tanpa tepian,” papar Yanti.
(Red)















