Warga berharap, Pemerintah Desa dan BPD Tanjungjaya dapat mendengar suara rakyat dan segera membuka kembali akses jalan bagi kendaraan truk double. Jika tidak ada tindakan, sebagian warga bahkan mengancam akan melaporkan hal ini kepada Gubernur Jawa Barat.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika portal ini tetap diberlakukan dan ekonomi kami terus terhambat, kami akan menyurati Bapak Gubernur. Pemerintah Desa dan Lembaga Desa (BPD) harus tahu bahwa mereka bukan hanya pelindung infrastruktur, tapi juga penjamin kehidupan ekonomi masyarakatnya,” tutup pernyataan warga yang mengaku siap melakukan aksi protes damai.
Kebijakan publik yang tidak dikaji dengan matang serta minim dialog dengan masyarakat seperti ini hanya akan memicu keresahan sosial. Portal memang bisa menahan kendaraan, tapi tidak akan pernah bisa menahan aspirasi rakyat yang menuntut keadilan.
Reporter: Tim Redaksi MetroMediaNews.co
Berita berdasarkan laporan dan keluhan masyarakat Desa Tanjungjaya yang diverifikasi di lapangan.















