Menurut Kang Ace, conflik Rusia Ukrania telah mengakibatkan harga pangan dunia melambung. Implikasinya bagi Indonesia tentu sangat besar. Pasokan gas ada di Rusia. Gandum di Ukrania. Mengakibatkan rantai pasok pangan terhambat akibatnya stok pangan dunia terseok dan terganggu.
Begitupun dengan perubahan iklim yang terjadi selama ini dan beberapa waktu kedepan, sebut Kang Ace, telah berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan. Seperti pada perubahan masa tanam dan masa panen.
“Dulu masih ingat kalau masuk bulan ‘ber-ber baru hujan. Sekarang Januari justru hujan lebat, bukan kemarau. Belum lagi ada Iklim baru yang menyebabkan elnino, lanina dan lain-lain. Itu semua membawa perubahan bagi krisis yang cukup signifikan,” ujarnya.
Kang Ace menjelaskan, beberapa negara telah mengalami kekurangan pangan akibat krisis global tersebut. Namun sekali lagi Indonesia berhasil menghadapinya. “Di saat semua negara di dunia mengahadapi stagflasi. Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan positif,” ungkap dia.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menggarisbawahi, bahwa sebenarnya tidak mudah menjaga tren positif itu. Indonesia berhasil menghadapi berbagai tantangan global ini tidak bisa dilepaskan oleh kebijakan yang tepat pemerintah dibawah komando Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Melalui tangan Pak Menko Airlangga Hartarto ini alhamdulillah Indonesia mampu mencatatkan prestasi luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan globa,” tambah Kang Ace disambut tepuk tangan hadirin.
Kang Ace mengajak STIE Yasa Anggana dapat terlibat dalam membangun formula menghadapi tantangan yang terjadi: Walaupun menghadapi tantangan tidak mudah kita mencatatkan prestasi luar biasa.















