SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Rosyid: Pelaku Terduga Teroris Kerap Berdebat Soal Demokrasi dan Jihad

83
×

Rosyid: Pelaku Terduga Teroris Kerap Berdebat Soal Demokrasi dan Jihad

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Keluarga dan Masyarakat Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengaku sering berdebat soal demokrasi dan jihad dengan AR terduga terosis yang ditangkap Tim Densus 88 di Bekasi Utara.

Rosid (45) ayah dari AR, mengaku, sempat berdebat dengan anaknya pada Agustus lalu, tepatnya saat libur Idul Adha dimana AR pulang selama 5 hari ke kampung halamannya.

“Pada saat sedang ngobrol biasa, dia paling suka membahas-bahas soal jihad dan kaitan demokrasi pemerintahan. Jadinya sama saya juga debat masalah itu,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (23/9/2019).

Rosid mengaku, sempat mengingatkan anaknya, bahwa jihad itu tidak harus berperang. Jihad cukup untuk menjadi anak sederhana berupa membaktikan diri pada orangtua dan melawan hawa nafsu pun sudah bentuk jihad.

Bahkan, Rosid juga mengatakan pada anaknya jika pemerintah akan terus berusaha untuk bekerja melakukan pembangunan demi rakyatnya.

“Sangat disayangkan ucapan saya sering diabaikan RA, yang lebih memilih ujtil diam dan tetap dengan pemikiran yang radikal itu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, secara sikap dan perilaku terhadap orang tua tidak ada yang berubah, baik dan rajin ibadah dari AR. Bahkan anaknya tersebut sering mengirimkan uang jika memiliki penghasilan lebih.

“Semenjak dua tahun yang lalu, tepatnya setelah bekerja di Bandung, dan pulang untuk beberapa hari pemikiran dari AR mulai mulai menunjukan perubahan yang cukup drastis bahkan seperti lebih yakin,” ujarnya.

Rosid mengaku tidak menyangka anak sulungnya yang setelah menikah sebulan lalu dengan S (19) diamankan Densus 88 lantaran diduga terlibat dengan kelompok teroris. Dia menduga pemikiran dan masuknya AR dalam kelompok teroris diawali dengan pergaulannya di Bandung, sebab sejak lulus SMP anaknya tersebut pergi ke Bandung untuk bekerja bersama beberapa orang temannya.

Di sisi lain, Anggi Sugiri (20) teman dari AR, mengaku, beberapa tahun lalu AR sempat berdebat dengan teman-temannya dalam sebuah postingan di media sosial Facebook.

Postingan tersebut berisikan terkait gerakan dan tindakan dari Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Beberapa orang teman AR mengomentari pernyataan dalam postingan tersebut yang menyebutkan jika apa yang dilakukan ISIS tidak salah.

“Dari situ saya juga curiga, kenapa AR ini berubah. Sampai seperti membenarkan tindakan ISIS di postingannya. Itu sempat jadi debat panjang di kolom komentarnya. Dari situ saya tidak pernah komunikasi lagi, termasuk teman-temannya yang lain,” pungkasnya.

Editor: Dedy Rahman
Reporter: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *