SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
CianjurHOME

Tukang Cukur Rambut di Naringgul Mengeluh Akibat Dampak PPKM Darurat

89
×

Tukang Cukur Rambut di Naringgul Mengeluh Akibat Dampak PPKM Darurat

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Diberlakukan nya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah berdampak terhadap sejumlah pelaku usaha potong rambut yang berada diwilayah kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Pasalnya semenjak diberlakukan PPKM Darurat sepi pelanggan dan pendapatan turun drastis.

Seperti halnya yang dirasakan oleh dua orang pemilik pangkas rambut barbershop Engkus di Pasar desa Malati dan Dani Umbara pemilik pangkas rambut Barberpas.

Dikatakan Engkaus (30), semenjak dimulainya Pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Cianjur khususnya di Kecamatan Naringgul konsumen merosot drastis.

“Pelanggan bilang pada takut kalau mau dipotong rambutnya takut ada operasi petugas gabungan,” katanya, Kamis (15/7/2021).

Masih kata Engkus, biasanya pelanggannya itu pehari dapat 20 konsumen, kalau sekarang dimasa PPKM Darurat yang datang paling 5 orang paling banyak, itupun tidak setiap hari datang.

“Jujur saja bagi kami selaku pengusaha kategori berpenghasilan rendah saat sekarang ini cukup sulit dan merepotkan kalau aturan PPKM Darurat berlama lama,” ucapnya.

Engkus berharap, kami selaku masyarakat dibawah berharap semoga Pandemi ini segera berlalu supaya kehidupan normal kembali.

“Sementara bantuan dari pemerintah untuk pelaku usaha yang berpenghasilan rendah seperti kami ini tidak ada bantuan,” harap Kusnadi dengan nada sedih.

Hal yang serupa diucapkan Dani Umbara (30) pemilik pangkas rambut Barberpas, jelas sangat berdampak sekali terhadap usahanya dimasa Pemberlakuan PPKM Darurat drastis omset menurun.

“Biasanya yang datang 10 konsumen tapi semenjak PPKM darurat diberlakukan paling banyak 5 orang yang mau dipotong rambutnya itupun jarang tiap hari yang datang,” ucapnya.

Masih kata Dani, tentunya kami selaku masyarakat yang butuh usaha untuk biaya kebutuhan berharap Pandemi segera usai.

“Mudah mudahan Pandemi ini cepat usai supaya kehidupan di negara ini normal seperti biasa lagi,” tandasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *