SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Menangis Histeris, Pelaku Pencabulan Mengaku Menyesal

272
×

Menangis Histeris, Pelaku Pencabulan Mengaku Menyesal

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Pelaku pencabukan anak dibawah umur, YS (27) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, menangis histeris saat dihadapan awak media saat berada di media ruang tahanan.

“Saya khilaf pak, saya menyesali atas perbuatan saya dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi,” katanya sambil menangis histeris.

Pelaku mengakui perbuatannya dengan menyetubuhi korban R satu kali dengan cara memaksa dan mengancam.

Sementara itu, Lidya Indayani Umar, SH.MH selaku Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Cianjur mengecam keras atas perbuatan si pelaku.

“Penyesalan pelaku perkosaan tidak menjadi jaminan, walapun permintan maaf sudah disampaikan namun tetap proses hukum berjalan sebab pelaku sudah melakukan perbuatan yang keji terhadap anak tersebut. Kami dari P2TP2A Kabupaten Cianjur akan mendampingi korban sampai ke persidangan dan akan memperjuangkan hak-hak korban,” tegasnya, Selasa (18/2/2020).

Untuk korban sendiri karena statusnya masih sekolah, maka kami akan perjuangkan untuk tetap melanjutkan sekolah.

“Nanti kami akan berkordinasi dengan pihak sekolah agar korban bisa mengikuti Ujian Nasional sampai menerima ijazah,” ujarnya.

Kedepannya dalam hal mengantisipasi pencegahan tentang pelecehan sex bebas, narkoba dan LGBT yang terjadi kepada anak-anak, tentunya P2TP2A Kabupaten Cianjur akan berkordinasi melaksanakan kembali sosialisasi baik dengan pihak Dinas Pendidikan, sekolah dan dinas terkait.

“Selain itu fungsi pengawasan dari orang tua juga harus lebih ditingkatkan dalam hal menjaga anak-anaknya, karena jangan hanya sudah terjadi baru permasalahan diadukan, tetapi orang tua juga harus lebih meningkatkan fungsi pengawasan atau ketahanan keluarga,” pungkasnya.

Editor: Red
Penulis: Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *