MMN.co, Cianjur – Para petani gula aren Kawung di kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat mengeluh dan menjerit karena harga jual gula aren menurun. Menurun nya penjualan harga gula aren diakibatkan dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sehingga para tengkulak bandar gula aren membeli terhadap petani dengan harga murah.
Seperti yang dirasakan Mang Kirman (55) salah seorang petani gula aren asal Kampung Datar Kubang, Desa Naringgul. Sebelum adanya PPKM bandar atau tengkulak gula membeli gula perkilo gram mencapai 15 ribu.
“Semenjak ada nya PPKM harga gula hanya dikisaran Rp9 ribu paling mahal Rp10 ribu, itupun tidak semua bandar/ tengkulak berani beli harga segitu,” katanya saat ditemui dilokasi pengolahan gula, Sabtu (31/7/2021).
Masih kata Kirman, sementara harga kayu bakar untuk bahan mengolah air nira aren harga belinya mencapai Rp350 ribu per kubikasi.
“Sehingga kalau dihitung hitung harga jual gula aren dan harga produksi gula aren tidak sebanding, makanya banyak para petani gula yang mengeluh dan kebingungan dengan situasi saat ini,” ucapnya.
Kirman berharap Pandemi Covid-19 segera berlalu dan Pemberlakuan PPKM segera dicabut Supaya hidup normal seperti biasanya kembali.
“Selaku masyarakat dibawah kami rasakan situasi sekarang ini sangat menyulitkan terutama dalam segi ekonomi, masih mendingan kalau mendapat bantuan bagi para petani gula aren sementara tidak ada Bantun selama PPKM diberlakukan,” tukasnya.
Hal yang serupa diungkapkan Rudi (43) pertani gula aren asal Wanasari, dengan situasi saat ini kami selaku petani gula aren serba kebingungan dengan harga jual gula aren kian hari kian merosot.
“Sampai sampai para tengkulak/bandar membeli gula aren sangat murah sekali hingga ada yang membeli sampai harga Rp7000 ribu perkilo gram nya,” katanya.
Masih kata Rudi, walau harga gula aren murah harga jualnya kami terpaksa terus produksi karena tidak ada lagi pekerjaan selain produksi air nira aren untuk menafkahi anak istri kami.
“Harapan kami mudah mudahan ada bantuan untuk para petani gula aren khususnya, baik bantuan dari Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat disaat seperti sekarang ini. Dan kami juga berharap harga mudah mudahan harga jual gula aren bisa stabil kembali seperti biasanya dikisaran harga Rp15 Ribu atau Rp14 ribu per kilogram,” tukasnya.
(Jay)















