SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
CianjurHOME

Petani Daun Sereh Wangi di Desa Sukamulya Cikadu Butuh Perhatian Pemerintah

372
×

Petani Daun Sereh Wangi di Desa Sukamulya Cikadu Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Warga Kampung Jamuju RT 14/4, desa Sukamulya, kecamatan Cikadu, Cianjur Selatan, Jawa Barat ternyata penghasil pertanian minyak daun sereh wangi terbesar yang ada di kecamatan Cikadu. Namun hingga kini belum ada lirikan perhatian bantuan permodalan juga lain nya dari pemerintah.

Padahal kalau dikembangkan para petani daun sereh wangi itu bisa menjadi aset daerah. Para petani berharap adanya bantuan permodalan agar bisa lebih berkembang kedepan nya.

Informasi yang dihimpun MMN.co, ternyata semenjak jaman nenek moyang warga sudah bercocok tanam daun minyak sereh wangi. Bahkan hektaran tanah kebun ditanami daun sereh wangi.

Tardi (52) mengatakan bahwa dirinya memiliki dua hektar tanah yang ditanami daun sereh wangi.

“Untuk sekali panen dapat dua ton daun sereh wangi, lalu diolah dengan cara di suling selama empat jam lamanya, maka jadilah minyak sereh wangi yang siap jual,” kata Tardi kepada MMN.co, Sabtu (15/1/2022).

Untuk harga jual Minyak sereh wangi yang sudah jadi dijual perkilogramnya seharga Rp150 ribu. Kadang harga tak menentu.

“Minyak sereh yang sudah jadi dijual ke pengepul yang ada di Ciwidey, kabupaten Bandung, karena jalanan menuju ke Ciwidey dari sini rusak sehingga harga jual dan pengeluaran itu tidak sebanding dengan biaya produksi,” ucapnya.

Saat ini untuk modal diberi kepercayaan pinjaman dari Bank BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp5 juta, bahkan ada penambahan modal menjadi Rp20 juta.

“Untuk penghitungan penghasilan secara kalkulasi hasil bertani dan mengolah daun sereh wangi perbulan dapat Rp21 juta kotor, sehingga sisa bayar upah yang kerja dan lain nya bersihnya sebulan hanya dapat Rp3 juta. Artinya kalau dihitung per hari saya kebagian Rp100 ribu bersihnya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *