HOME

Sejumlah Wilayah di Cianjur Selatan Masih Alami Kekeringan

293
×

Sejumlah Wilayah di Cianjur Selatan Masih Alami Kekeringan

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Meski di awal tahun baru 2020 dibeberapa wilayah mengalami curah hujan tinggi, namun beberapa wilayah di Cianjur, Jawa Barat masih mengalami kekeringan. Sehingga sebagian petani masih terkendala saat menggarap sawahnya.

Pantuan MetroMediaNews.co beberapa wilayah yang masih mengalami kekeringan diantaranya Kampung Pesawahan Rawakalong, Desa Nagasari, Kecamatan Leles, Cianjur Selatan, Jawa Barat dan Desa Bojong Terong Agrabinta.

Untuk mengantisipasi hal itu, ada sebagian petani menanam padi dengan cara di aseuk atau di huma. Padahal para petani sudah menanam benih padi di persemaian dan sudah tumbuh tinggi.

Seperti disampaikan salah seorang penggiat tani asal Leles, Hasan (52) mengatakan, demi mengikuti musim bertani tiba, para petani mencari jalan lain agar tidak ketinggalan ketika musim panen padi tiba.

“Secara garis besar sawah didaerah kami belum tergenangi air dan sebagian petani menyedot air mengunakan mesin diesel dengan cara sewa dari petani lainnya. Bahkan ada juga petani menanam padinya dengan cara di aseuk, sebab belum adanya air yang menggenangi sawah,” ujarnya.

Hal sama dikatakan Yanto (40) petani asal Agrabinta, bahwa di wilayahnya hujan belum maksimal sehingga sawah masih banyak yang kekeringan.

“Padahal dibeberapa wilayah lain seperti Jabodetabek dan ramai pemberitaan intensitas curah hujan tinggi hingga menyebabkan banjir, tapi di wilayah Agarabinta dan Leles masih mengalami kekeringan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pusakasari, H. Mansyur menyampaikan rasa turut prihatin atas kekeringan yang masih melanda wilayah Agrabinta dan Leles.

“Ya untuk saat ini kita hanya bisa menerima keadaan seperti ini mengingat cuaca tidak bisa diprediksi. Namun saya menghimbau kepada petani untuk tidak menyerah dan tetap harus semangat,” ungkapnya, Jumat (3/1/2020).

Ia menambahkan, untuk saat ini warga di pesawahan Cijeruk Desa Pusakasari, Kecamatan Leles pun menanam padi di sawah beralih dengan padi huma dan cara bercocok tanamnya dengan cara di aseuk.

“Mungkin karena tidak adanya air sehinga bercocok tanam padi beralih ke padi Huma. Banyak harapan dari warga saat ini, sebab hujan anugerah dari Allah SWT. Walupun saat sekarang di kecamatan Leles curah hujan yang turun belum maksimal, tetapi warga tetap bertani sebab sekarang musim bercocok tanam,” pungkasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: Ilham/Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *