HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
CianjurHOME

Petani Daun Sereh Wangi di Desa Sukamulya Cikadu Butuh Perhatian Pemerintah

436
×

Petani Daun Sereh Wangi di Desa Sukamulya Cikadu Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Tardi menjelaskan, jika penanaman daun sereh diberi pupuk daunnya maka akan tumbuh lebat, tetapi jika pakai pupuk maka hasil minyaknya kurang bagus. Artinya minyak sedikit tetapi kalau penanaman secara alami tidak diberi pupuk hasil minyaknya banyak.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

“Kalau waktu panen nya daun sereh dari mulai awal penanaman hingga panen mencapai 6 bulan sekali. Adapun untuk upah buruh perorangnya saya bayar Rp60 ribu. Namun karena sekarang pabrik penyulingan daun sereh wangi banyak maka bisa mempekerjakan warga setiap panen hanya sekitar 3 orang, kalau waktu dulu bisa mempekerjakan mencapai 10 orang,” tambahnya.

Ia berharap semoga saja ada bantuan dari pemerintah baik itu modal atau peralatan.

“Intinya kami juga para petani ingin merasakan adanya bantuan dari pemerintah untuk kesejahteraan kami khusus nya para petani daun sereh wangi,” harapnya.

Ditempat terpisah, Kepala desa Sukamulya, Hendra Hendarin menjelaskan warga di Kedusunan Girijaya dan Mekarjaya sebagian besar bertani juga pengolah tanaman daun sereh wangi.

“Bertani daun sereh wangi sudah sejak jaman dulu turun temurun sehingga warga terus meneruskan peninggalan pertanian bercocok tanam daun sereh wangi dari peninggalan nenek moyang nya ini,” ujar Kades.

Untuk hasil uji kadar minyak Daun sereh wangi lumayan tinggi dikisaran 45 persen kadar minyak nya, namun karena ketel penyulingan yang dipakai warga masih mengfunakan besi biasa yang belum stenlis sehingga untuk penjualan skala ekspor belum bisa karena terbentur dengan SOP.

“Sementara harga bahan ketel dari bahan besi Stenlis yang sudah masuk standar SNI mencapai 200 juta untuk kapasitas 1 ton daun sereh wangi, ada juga harga yang 80 juta tapi itu untuk kapasitas daun sereh wangi 5 kwintal,” paparnya.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *