Kab. Tangerang – Polemik dugaan pemukulan terhadap pemain Aroempro Futsal yang disebut melibatkan oknum pemain Banteng Hitam Futsal Academy kini semakin memanas. Mantan pelatih Banteng Hitam, Dimas Andreas atau biasa dipanggil Boim, angkat bicara dan menilai pemberitaan yang beredar tidak sepenuhnya sesuai fakta serta dinilai telah menggiring opini publik.
Boim, menyampaikan keberatannya terhadap sejumlah pemberitaan yang beredar di media sosial maupun media online.
“Narasi nya terlalu berlebihan om izin jd menggiring opini kemana mana, dan ST yakin melerai itu om orang memukul pihak Banteng Hitam atas nama Jovan byk saksi nya. Om hanya melihat satu sisi. Kita juga bisa bikin laporan balik om. Apalagi terkait berita ini yg narasi nya sangat tdk sesuai dgn fakta nya,” ujar Boim, Jumat (15/5/2026).
Redaktur Eksekutif Redaksi Metro Media News sekaligus pembina Aroempro Futsal, Dedy Rahman, menanggapi santai pernyataan tersebut dan mempersilakan apabila pihak eks pelatih Banteng Hitam ataupun Boim ingin menempuh jalur hukum.
“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan dan ingin melapor, silakan saja. Negara ini menjamin hak tersebut,” ujarnya.
Dedy juga menegaskan bahwa wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik telah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta mengacu pada kode etik jurnalistik.
“Wartawan bekerja sesuai SOP dan kode etik jurnalistik. Isi berita yang dibuat berdasarkan kronologis sesuai BAP pelapor, dan kami (Redaksi) terbuka terhadap hak jawab dari pihak mana pun yang merasa keberatan,” jelasnya.















