PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
Jawa TengahKab. PemalangPeristiwa

Seorang Warga Tewas Tersambar Petir Saat Tahlilan di Area Pemakaman

554
×

Seorang Warga Tewas Tersambar Petir Saat Tahlilan di Area Pemakaman

Sebarkan artikel ini

Pemalang – Hujan deras disertai sambaran petir yang melanda Dukuh Sikentung, Desa Bulu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menelan korban jiwa pada Jumat (15/5/2026).

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dua warga yang sedang berteduh di area pemakaman usai mengikuti kegiatan tahlilan tersambar petir. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Pemalang, Iptu Suharno, mengatakan korban meninggal dunia berinisial AR (42), sedangkan korban selamat berinisial M (60).

“Korban meninggal dunia berinisial AR (42), sedangkan satunya M (60) mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (15/5).

Cuaca Buruk Datang Saat Tahlilan Berlangsung

Peristiwa tersebut bermula saat warga menggelar tahlilan di area pemakaman umum Dukuh Sikentung, Desa Bulu. Namun, di tengah kegiatan berlangsung, cuaca tiba-tiba berubah dan hujan deras mengguyur kawasan tersebut disertai kilatan petir.

Kondisi cuaca yang semakin buruk membuat warga membubarkan diri dan mencari tempat berteduh di sekitar area pemakaman.

Saat itu, tiga warga yakni AR (42), M (60), dan Warsito (42) memilih berteduh di sebuah bangunan penyimpanan keranda yang berada di kompleks pemakaman. Mereka berharap hujan segera reda agar bisa pulang ke rumah masing-masing.

Namun nahas, ketika ketiganya berada di lokasi tersebut, petir tiba-tiba menyambar bangunan tempat mereka berteduh. Dentuman keras terdengar hingga membuat warga sekitar lokasi kejadian panik dan terkejut.

Akibat sambaran petir tersebut, AR dan M menjadi korban, sedangkan Warsito berhasil selamat tanpa mengalami luka.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *