SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Insiden Memanas Aroempro Futsal vs Banteng Hitam FA Berujung Laporan Polisi

483
×

Insiden Memanas Aroempro Futsal vs Banteng Hitam FA Berujung Laporan Polisi

Sebarkan artikel ini

Kab. Tangerang – Insiden kekerasan terjadi usai pertandingan Liga Futsal AAFI Tangerang 2 yang berlangsung di area parkiran GOR Raihan Islamic Village, Jalan Kelapa Dua Raya, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dua pemain muda dari Aroempro Futsal berinisial SRZP (14) dan ST (15) diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh pemain dari Banteng Hitam Futsal Academy. Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka memar dan luka serius di bagian wajah serta tangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun serta hasil laporan kepolisian, peristiwa bermula usai pertandingan selesai. Saat itu SRZP yang hendak pulang berjalan menuju area parkiran. Namun secara tiba-tiba, korban didatangi dan diduga langsung dipukul pada bagian kepala serta ditendang oleh pemain Banteng Hitam FA.

Melihat rekannya menjadi korban pemukulan, ST yang merupakan rekan satu tim SRZP mencoba melerai. Namun nahas, ST justru ikut menjadi sasaran pemukulan hingga terjatuh ke aspal parkiran. Akibat kejadian tersebut, SRZP mengalami luka pada bagian pelipis mata sebelah kanan. Sementara ST mengalami luka memar pada bagian mata serta luka lecet dan memar di siku sebelah kiri.

Pelatih sekaligus manajemen Aroemprro Futsal, Bram Adimas Prakoso, mengaku sangat menyayangkan terjadinya insiden kekerasan terhadap anak didiknya. Menurutnya, dunia olahraga seharusnya menjadi tempat membangun sportivitas dan karakter positif bagi para pemain muda.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Anak-anak datang untuk bertanding dan belajar sportivitas, bukan untuk menjadi korban kekerasan. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pemain dan setelah kejadian kami langsung menghubungi orang tua masing-masing korban agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Bram didampingi Dedy Rahman selaku Pembina Areoempro Futsal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *