HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Antara Jabatan dan Jiwa Egoisme Seorang Pejabat Publik

168
×

Antara Jabatan dan Jiwa Egoisme Seorang Pejabat Publik

Sebarkan artikel ini

Oleh: Jay Sugiarto
Pemimpin Redaksi MMN

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Kehidupan menjadi seorang Pejabat Publik notabene penuh dengan resiko dan tantangan. Serta kebijakan-kebijakan yang di emban oleh seorang Pejabat Publik mulai dari tingkat bawah sampai tingkat atas seperti RT/RW, Kepala Desa, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, Anggota Dewan, hingga Presiden dituntut untuk dapat menahan diri (menjaga temperamen-red).

Oleh karena itu seorang Pejabat Publik harus kuat dan tahan banting. Karena harus di ingat dan disadari, bahwa Pejabat Publik itu Abdi Masyarakat yang dibiayai sepenuhnya oleh pajak rakyat dan uang rakyat.

Oleh karenanya wajar apabila masyarakat mengkritik terkait kinerja pejabat publik tersebut. Artinya ada salah satu kebijakan yang diputuskan dan diambil tidak sesuai atau sejalan dengan kebutuhan Publik. Dalam hal ini bisa juga dimaknai warga masyarakat itu sayang dan perduli.

Pro Kontra dalam kepemimpinan seorang Pejabat Publik hal biasa dalam demokrasi, untuk melakukan kontrol politik dan merupakan hak setiap warga negara, jika ada kebijakan pemimpin yang menimbulkan reaksi massa.

Artinya, ada kebijakan yang tidak sehaluan dengan warga masyarakatnya. Oleh karena itu jadilah pemimpin yang membela kepentingan rakyatnya, jangan temperatur ketika dikritik, apa lagi sampai mudah tersinggung. “Intropeksilah diri kita sendiri, ada apa? Itu pertanyaannya.

Pepatah orang tua mengatakan, sebelum memimpin banyak orang, pimpin dulu rumah tangga kita. Apa sudah pantas dan siap menjadi Imam dalam rumah tangga, atau masih belum bisa.(***)

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *