DaerahHOME

Gabungan Ormas Datangi Kantor Kecamatan Mauk Soal Pagar Bambu di Laut Tangerang

9
×

Gabungan Ormas Datangi Kantor Kecamatan Mauk Soal Pagar Bambu di Laut Tangerang

Sebarkan artikel ini

Kab. Tangerang – Baru-baru ini, pemasangan pagar bambu sepanjang 30,16 kilometer di pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang telah menimbulkan kontroversi. Pagar ini berdampak pada sekitar 3.888 nelayan yang mengalami peningkatan biaya operasional dan penurunan hasil tangkapan.

Menanggapi situasi ini, ratusan massa dari organisasi masyarakat (ormas) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) Kecamatan Mauk dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) Kecamatan Mauk, mendatangi kantor pemerintah Kecamatan Mauk guna menyampaikan aspirasi dan keluhan nelayan kecil terkait dampak negatif dari pemasangan pagar bambu di laut yang saat ini tengah jadi sorotan nasional.

Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten) Kecamatan Mauk, Asep Kurniawan, mendesak Khalid Mawardi selaku Camat Mauk untuk tanggap terhadap keluhan dan merespon aspirasi masyarakat khususnya nasib nelayan kecil yang saat ini tengah mengalami dampak ekonomi dampak pemasangan pagar bambu di pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi kepada Camat Mauk sesuai surat audiensi yang kami sampaikan guna mendapat kejelasan dan klarifikasi yang nantinya akan kami sampaikan kepada masyarakat,” tegas Asep kepada wartawan, Kamis siang (16/01/2025).

Hal ini penting untuk disampaikan, kata Asep, nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan dampak negatif dari pemasangan pagar bambu di perairan laut yang menghalangi akses mereka untuk melaut, sehingga pendapatan mereka menurun drastis dan beban ekonomi nelayan semakin berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *