
“Solusi yang adil dan berkelanjutan harus dapat segera ditemukan untuk mengatasi permasalahan ini, sehingga nelayan di Kecamatan Mauk dan sekitarnya dapat kembali beraktivitas dengan normal tanpa hambatan. Untuk itu peran Camat dalam hal ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ironisnya, Khalid Mawardi yang merupakan Putra Mauk yang dalam janjinya akan meningkatkan kesejahteraan warganya saat diangkat menjadi Camat dianggap kurang tanggap dan terkesan tidak peduli terhadap permasalahan masyarakatnya dan nasib nelayan terdampak pemasangan pagar bambu.
“Kami DPAC BPPKB Banten dan GRIB JAYA kecamatan Mauk sangat kecewa karena Camat tidak dapat ditemui sesuai jadwal yang telah disepakati dengan berbagai alasan. Tentunya dengan ketidakhadiran Camat dalam audiensi hari ini dapat menimbulkan persepsi kurangnya perhatian pemerintah terhadap aspirasi masyarakat lokal,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Mauk, Ahmad Saepul Anwar menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Camat dan pihaknya akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan ormas.
“Saya sudah dihubungi oleh Pak Camat untuk dilakukan jadwal ulang,” singkat Saepul didampingi Kasi Trantib Jaya Gemi usai menemui ormas di Aula Otto Iskandardinata.
(Red/ded)















