MMN.co, Kab. Semarang – Kisah memilukan dialami kakek tua bernama Mbah Sono (60) yang tinggal bersama istri juga anak lelaki nya hidup dalam kondisi memprihatinkan. Warga Desa Kliwonan, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kab. Semarang Mbah Sono tetap kuat dalam menjalani kehidupannya meski ditengah Pandemi Covid-19.
Kakek renta ini tinggal bersama keluarganya digubuk tua yang tidak layak huni. Bukan hanya usianya yang tua. Bahkan, hampir semua sisi dinding gubuknya terlihat banyak celah yang berlubang.
Mirisnya lagi, gubuk tidak layak huni tersebut berdiri ditanah lapang milik orang lain. Apalagi, saat hujan, bagian atap rumahnya banyak yang bocor. Bahkan pada saat banjir melanda Mbah Sono hanya bisa pasrah.
Meskipun kondisinya demikian, kakek tua itu sangat ramah dan sopan. Kondisi tersebut dijalaninya sejak bertahun-tahun.
“Ya mau gimana lagi Pak, dijalani dan pasrah saja. Apalagi sejak adanya Pandemi Covid-19, ya semakin susah Pak,” ungkapnya.
Ia menuturkan, dimasa Pandemi ini dirinya hanya mendapatkan bantuan tunai yang sebesar Rp2.400.000 diawal Covid-19. Namun selanjutnya hingga saat ini tidak ada lagi bantuan untuk dirinya.
“Saat ini kondisi ekonomi terpuruk akibat Covid-19, Dan Saya sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah maupun para Dermawan,” ucapnya.
Tentunya ini menjadi catatan penting bagi Pemerintah Daerah agar kembali mengevaluasi data-data para penerima yang berhak karena dalam hal ini banyak adanya tembang pilih pendaftaran bagi warga untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah.
(Isromi/Riski)















