Cianjur

Masuk Kubangan Lumpur, Kades Margasari Berharap Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Rusak

346
×

Masuk Kubangan Lumpur, Kades Margasari Berharap Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Jalan lintas Kabupaten yang menghubungkan tiga desa yang ada diwilayah Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat jalur jalan lintas kabupaten yang melintasi beberapa desa diantaranya Desa Margasari, Cinerang hingga Sukamulya, kondisinya semakin rusak parah berlumpur bak kubangan sawah.

Seperti dialami langsung oleh kepala desa Margasari saat hendak berangkat untuk menghadiri Rakor (Rapat Kordinasi) ke Kecamatan Naringgul melewati jalur lintas jalan kabupaten terpaksa memaksakan diri lewat jalan tersebut. Namun naas, sepeda motor yang ditungganginya malah selip dijalan yang berlumpur sehingga sepatu dan celananya pun kotor masuk ke lumpur.

Kepala desa Margasari Azid S merasa kesal dan prihatin karena jalur jalan kabupaten sejak tahun 2010 hingga kini rusak parah Dan belum ada perbaikan.

“Jujur saja saya mau nangis melihat keadaan daerah saya jalan kabupaten dari dulu hingga sekarang kondisinya belum diperbaiki juga. Roda ekonomi warga masyarakat didaerah saya ambruk karna tidak berjalan dikarenakan akses jalannya hancur,” ujarnya Kades.

Pagi tadi saya ada rapat di kecamatan, kata Kades, berangkat dari rumah pagi tapi karena kondisi jalan seperti akhirnya sampai ke kantor kecamatan siang dengan kondisi sepatu yang kotor dan celana kotor penuh lumpur.

“Dengan kondisi jalan seperti ini kami selaku kepala desa Margasari mewakili 4900 jiwa warga masyarakat kami, memohon Pemerintah kabupaten, Provinsi dan pusat untuk segera ada perbaikan jalan dengan cara di coor beton atau di hotmik,” terangnya.

Ia menambahkan, Jalan lintas kabupaten yang kondisinya hancur dan rusak parah kalau yang melintasi jalur desa Margasari kurang lebih ada 4 kilometer dari mulai batas desa Karyabakti kecamatan Cidaun, tetapi kalau sampai batas Gunung Sumul kabupaten Bandung mencapai 26 kilometer yang kondisi rusak parah.

“Jujur saja kalau misalnya bisa mengunakan anggran dana desa (DD) tentunya sudah dari dulu saya perbaiki dengan cara di coor beton karena ini jalur prioritas sudah kami perbaiki mengunakan anggran dana desa (DD) tetapi kan tidak boleh karena ini bukan jalur jalan desa masuk jalan lintas kabupaten sehingga kami terbentur dengan aturan,” tambahnya.

Pernah suatu hari ada warga masyarakat desa kami yang hendak berobat ke rumah sakit, dan ada juga yang mau melahirkan melintasi jalur jalan ini, belum juga sampai puskemas sudah melahirkan dijalan didalam mobil, dan yang sakit belum juga diobati keburu pingsan karena mungkin kecapean.

“Pengajuan sudah beberapa kali diajukan baik itu melalui surat atau menyampikan suara lewat anggota dewan baik yang dari DPRD kabupaten dan Provinsi, tapi hingga saat ini belum juga terealisasi. Maka dari itu lewat media ini kami memohon kepada pemerintah untuk dapat diperhatikan dan perbaiki jalur jalan lintas kabupaten ini. Kami sudah lelah dan ingin merasakan jalan yang layak pakai bagus seperti jalan lainnya,” pungkasnya.(Jay)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *