MetroMediaNews.co|Cianjur -Warga di tiga desa, kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat berharap kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat untuk segera memperbaiki jalur jalan Kabupaten yang menghubungkan wilayah antar kecamatan Cidaun dan Kecamatan Naringgul, tepatnya desa Margasari, Cinerang dan Sukamulya. Diketahui jalan sepanjang 20 kilometer kondisinya rusak parah, becek dan berlumpur mirip sawah yang sudah ditraktor.
Pantauan MetroMediaNews.co di lokasi, kondisi jalan rusak parah ditambah dengan kondisi musim hujan sehingga jalan mirip kubangan sawah berlumpur dan licin, sehinga banyak kendaraan baik roda dua (motor-red) dan roda empat (mobil-red) milik warga masyarakat terjebak oleh lumpur.
Didin Permana (30) warga setempat mengatakan, sudah hampir puluhan tahun kondisi jalan yang menghubungkan tiga desa ini kondisinya rusak parah, apalagi dimusim hujan jalanan licin dan berlumpur.
“Kami setiap harinya lewat jalur jalan ini karena tidak ada jalan lain. Terpaksa kami lewati meski jalannya rusak parah dan berlumpur,” ujar Didin.
Didin berharap jalan segera diperbaiki mengingat banyak kendaraan roda empat yang terselip karena lumpur.
“Semoga saja lewat media bisa langsung terdengar oleh para pejabat, baik dari daerah atau provinsi dan pusat agar segera jalan ini diperbaiki,” ucapnya.
Sementara itu, Ajid (55) Kepala Desa Margasari menjelaskan, terkait jalan yang menghubuhgkan tiga desa yang kini kondisinya rusak parah yang katanya sudah masuk kategori jalan Jabar tiga yang menyambungkan desa Cisalak dan Karyabakti Kecamatan Cidaun, tapi sampai saat ini belum diperbaiki.
“Bagi kami selaku kepala desa mau itu jalan kabupaten atau provinsi yang terpenting kami berharap minta segera dibagun, sebab kondisi jalan sudah makin parah apalagi sekarang musim hujan. Jalan banyak makin becek dan berlumpur hampir mirip sawah,” jelasnya.
Masih menurut Ajid, 4018 jiwa warga desa Margasari yang sebagain besar profesinya sebagai pedagang dan setiap harinya menggunakan jalur tersebut.
“Jelas ini berdampak terhadap ekonomi dan menghambat roda pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi warga kami umumnya warga di dua desa. Coba kalau jalur jalan ini diperbaiki roda pertumbuhan ekonomi akan baik,” tuturnya.
Ajid berharap kepada pemerintah baik Kabupaten, Provinsi atau Pusat untuk segera perbaiki jalur jalan yang menghubuhgkan tiga desa ini.
“Seandainya bisa mengunakan Anggran Dana Desa (DD) tentunya ini akan jadi prioritas pembangunan pemerintah desa kami karena jalur jalan ini sangat patal. Namun kami terbentur dengan aturan perundag undangan, sehingga tidak bisa mengunakan Anggran Dana Desa (DD) untuk memperbaikinya jalur jalan utama ini yang katanya masuk kategori jalan Jabar tiga atau mungkin jalur jalan Kabupaten,” pungkasnya.(Jay)















