PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DakwahGarutOpini PembacaReligi

Bijaksana Menghadapi Masalah Keluarga: Panduan Membangun Keluarga Harmonis dalam Perspektif Islam

289
×

Bijaksana Menghadapi Masalah Keluarga: Panduan Membangun Keluarga Harmonis dalam Perspektif Islam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kebersamaan keluarga Muslim dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh kasih sayang. (Red./AI GPT)
📝 Keterangan Redaksi

Artikel ini merupakan kiriman dari kontributor atau pembaca. Isi tulisan, data, opini, serta keakuratan informasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan berada di luar tanggung jawab Redaksi Metro Media News.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Ingin Menjadi Kontributor / Kirim Artikel?

Oleh: Dedi Ahmad Ramdhani, S.Pd., M.M | Garut

GARUT, 01 Agustus 2026. Keluarga merupakan institusi pertama yang membentuk karakter manusia. Dari keluargalah seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, kejujuran, hingga nilai-nilai keimanan. Dalam Islam, keluarga bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya suami, istri, dan anak-anak, tetapi juga merupakan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Namun, kehidupan rumah tangga tidak pernah lepas dari ujian. Perbedaan karakter, persoalan ekonomi, kesalahpahaman, hingga tantangan dalam mendidik anak menjadi bagian dari dinamika yang hampir dialami setiap keluarga. Islam tidak mengajarkan bahwa keluarga yang baik adalah keluarga yang tanpa masalah, tetapi keluarga yang mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan penuh hikmah, kesabaran, dan berpedoman kepada syariat Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”

(QS. Ar-Rum [30]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama keluarga adalah menghadirkan ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Untuk mewujudkannya diperlukan usaha yang berkesinambungan dari seluruh anggota keluarga.

1. Menjunjung Tinggi Kejujuran dan Keterbukaan

Kejujuran merupakan pondasi utama dalam membangun rumah tangga yang kokoh. Hubungan yang dilandasi kebohongan akan mudah retak karena hilangnya rasa saling percaya.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

(QS. Al-Ahzab [33]: 70)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.”

(HR. Muslim)

Dalam kehidupan keluarga, kejujuran mencakup keterbukaan mengenai kondisi ekonomi, perasaan, pendidikan anak, maupun berbagai persoalan lainnya. Sikap terbuka akan memudahkan setiap masalah diselesaikan bersama tanpa menimbulkan prasangka.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *