Artikel ini merupakan kiriman dari kontributor atau pembaca. Isi tulisan, data, opini, serta keakuratan informasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan berada di luar tanggung jawab Redaksi Metro Media News.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Ingin Menjadi Kontributor / Kirim Artikel?Oleh: Jonathan Alfonso | Magelang
MAGELANG, 25 Agustus 2026 – Setiap kali musim kemarau tiba, langit di sejumlah wilayah Kalimantan kembali diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas masyarakat dapat terganggu, kegiatan sekolah di wilayah terdampak berpotensi diliburkan, laju ekonomi melambat, dan masyarakat harus bertarung dengan risiko gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.
Fenomena ini seolah telah dianggap sebagai persoalan tahunan yang lumrah terjadi. Narasi publik sering kali menyebutnya sebagai bencana alam. Namun, ketika kebakaran terus berulang dan ditemukan di sejumlah wilayah yang memiliki persoalan serupa, masih relevankah seluruh kejadian tersebut hanya dipandang sebagai musibah yang tidak terduga?
Kata “bencana alam” jangan sampai menjadi alasan untuk mengabaikan kemungkinan adanya faktor manusia. Fenomena El Niño memang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan membuat lahan lebih mudah terbakar. Namun, api tetap membutuhkan pemicu. Dalam sejumlah kasus, pembakaran lahan diduga menjadi salah satu metode yang digunakan karena dianggap sebagai cara cepat dan murah untuk membuka atau membersihkan lahan.
Regulasi dan sanksi yang mengatur persoalan kebakaran hutan dan lahan sebenarnya sudah cukup banyak. Namun, penegakan hukum di lapangan masih menjadi tantangan. Masyarakat kerap melihat kasus-kasus kebakaran berakhir pada penindakan terhadap pelaku di lapangan, sementara pertanyaan mengenai siapa yang memperoleh keuntungan dari pembukaan lahan juga perlu mendapat perhatian.
Jika keuntungan ekonomi dari pembukaan lahan melalui cara-cara yang tidak bertanggung jawab masih dianggap lebih besar dibandingkan risiko sanksi hukum, praktik pembakaran lahan berpotensi terus berulang.
MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »











