PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
HOMEHukumMedia SosialOpini PembacaRegulasi

Ketika Ruang Sidang Berpindah ke Media Sosial

512
×

Ketika Ruang Sidang Berpindah ke Media Sosial

Sebarkan artikel ini
GAMBAR ILUSTRASI. Ketika Ruang Sidang Berpindah ke Media Sosial. (Pinteres)
📝 Keterangan Redaksi

Artikel ini merupakan kiriman dari kontributor atau pembaca. Isi tulisan, data, opini, serta keakuratan informasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan berada di luar tanggung jawab Redaksi Metro Media News.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Ingin Menjadi Kontributor / Kirim Artikel?

Oleh: Dinda Fatimah Zahra Syam Alfauzan | Jakarta

JAKARTA, 28 JULI 2026 – Belum ada putusan. Persidangan bahkan mungkin masih berlangsung. Namun, di media sosial, vonis telah lebih dahulu dijatuhkan.

Beberapa jam setelah sebuah perkara hukum menjadi viral, lini masa segera dipenuhi perbandingan. Ada yang mengaitkannya dengan kasus bertahun-tahun lalu. Ada pula yang menyandingkannya dengan perkara lain yang secara hukum sama sekali berbeda. Perbandingan itu kemudian berkembang menjadi satu kesimpulan yang terdengar sederhana, tetapi kuat menggugah emosi: hukum tidak memperlakukan semua orang secara sama.

Fenomena ini tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai reaksi spontan masyarakat terhadap suatu perkara. Ia mencerminkan perubahan yang lebih mendasar dalam cara publik memandang hukum. Jika dahulu ruang sidang menjadi arena utama untuk menguji benar dan salah melalui alat bukti, saksi, dan argumentasi hukum, kini media sosial menghadirkan ruang sidang lain yang bekerja dengan logika berbeda. Di ruang digital, kecepatan sering kali mengalahkan ketelitian, sedangkan persepsi lebih mudah diterima daripada penjelasan yang panjang.

Perubahan ini menunjukkan bahwa hukum tidak lagi hidup hanya di ruang pengadilan. Ia juga hidup dalam percakapan publik.

Sosiolog Jürgen Habermas menjelaskan bahwa ruang publik merupakan tempat warga mendiskusikan persoalan bersama dan membentuk opini mengenai kepentingan umum. Pada era digital, ruang publik itu mengalami transformasi. Media sosial memperluas partisipasi warga, tetapi sekaligus mengubah ritme pembentukan opini. Informasi yang singkat, emosional, dan mudah dibagikan lebih cepat membentuk keyakinan dibandingkan penjelasan hukum yang kompleks.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *