SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Daerah

Pekerjaan Umum Proyek Irigasi SPAL BBWS, Saluran Air Sarat Kuat Diduga Korupsi

32
×

Pekerjaan Umum Proyek Irigasi SPAL BBWS, Saluran Air Sarat Kuat Diduga Korupsi

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Kab. Tangerang – Pembangunan Saluran Pengolahan Air Limbah (SPAL) di area persawahan Desa Tanjung Anom, Kampung Buaran Kidul,Kecamatan mauk. yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 131.000.000, kembali menuai sorotan. Proyek yang dikelola oleh Unit Pengelola Irigasi BBWS ini seharusnya menjadi solusi bagi petani dalam mengelola air limbah, namun diduga dijalankan asal-asalan tanpa pengawasan yang memadai.

Salah satu kejanggalan yang ditemukan di lapangan adalah tidak adanya papan proyek yang biasanya memuat detail informasi mengenai proyek tersebut, termasuk anggaran, pelaksana, dan jangka waktu pengerjaan. Selain itu, meskipun sebagian material batu yang digunakan adalah baru, terdapat juga sejumlah batu lama yang diduga merupakan sisa dari proyek sebelumnya.

Lebih lanjut, saat pemasangan saluran, area tersebut tidak dikeringkan terlebih dahulu dan masih terdapat genangan air. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena dapat memengaruhi kualitas konstruksi dan ketahanan saluran air di masa depan.

Masalah lain yang lebih memprihatinkan adalah minimnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek ini. Salah satu kejanggalan yang terlihat adalah adanya pekerja lansia yang terlibat dalam proyek ini, dengan kondisi kerja yang tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai. Hal ini jelas menimbulkan kekhawatiran serius tentang kualitas pekerjaan serta keselamatan para pekerja.

Tim media yang berada di lokasi mencoba mengonfirmasi kejanggalan tersebut kepada pemborong proyek, Bang Osep. Namun, setelah menunggu selama dua jam, ia hanya memberikan penjelasan singkat mengenai papan proyek yang belum terpasang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *