SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
CianjurHOME

Peroleh 69 Suara, Didin Suharyono Terpilih Jadi Ketua PGRI Cabang Naringgul Masa Bakti 2021-2025

161
×

Peroleh 69 Suara, Didin Suharyono Terpilih Jadi Ketua PGRI Cabang Naringgul Masa Bakti 2021-2025

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Meraih 69 suara Didin Suharyono M.Pd terpilih menjadi ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat masa bakti tahun 2021-2025 dengan perolehan suara sebanyak 69 suara.

Sementara kandidat lainya Abdul Hakim S.Pd mendapat 43 suara, dan Usin S.Pd mendapat 1 suara, sehingga Didin Suharyono M.Pd menang telak memperoleh suara terbanyak.

Informasi yang dihimpun MMN.co, jumlah kandidat yang mengikuti konferensi cabang PGRI Naringgul sebanyak 64 kandidat dengan jumlah pemilih 113 suara yang hadir.

Didin Suharyono M.Pd selaku Ketua PGRI Cabang Naringgul terpilih menjelaskan, kemenangan ini kemenangan bersama untuk lebih memajukan PGRI cabang Naringgul menuju ke yang lebih baik dari sebelumnya.

“Program kedepan PGRI cabang Naringgul akan terus berkolaborasi dengan semua lapisan baik dengan jajaran Forkopimcam dan yang lainya. Pada intinya agar kepengurusan PGRI lebih baik lagi,” ujarnya kepada MMN.co, Sabtu (29/1/2022).

Masih kata Didin, kepengurusan PGRI cabang Naringgul sebelumnya juga selama ini berjalan baik dan solid. Jadi tinggal melanjutkan dan lebih berkordinasi lagi dengan semua anggota PGRI diberbagai ranting.

“PGRI harus mampu dan juga ada dimana mana. Ada dikalangan pemerintahan, masyarakat dan lainnya, sehingga PGRI harus bisa jadi wadah organsiasi guru yang dicintai baik dikalangan masyarakat juga dikalangan pemerintahan dan lembaga lainnya yang ada di kecamatan Naringgul,” ucapnya.

Didin menegaskan, selanjutnya dikepemimpinan kami apabila ada guru yang melanggar kode etik guru maka pertama akan dipanggil terlebih dahulu dan nantinya akan dibina. Apabila tidak bisa dibina maka akan diberikan sangsi tegas bagi yang melanggar kode etik guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *