Sementara itu, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah NTT, Amir Imran Patiraja, mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus menjaga kebinekaan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat NTT yang majemuk.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki NTT merupakan kekuatan besar yang harus dirawat bersama dengan semangat toleransi, persatuan, dan saling menghormati antarumat beragama maupun antarkelompok masyarakat.
“NTT adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat toleransi, persatuan, dan saling menghormati,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga lintas organisasi masyarakat. Pemerintah Provinsi NTT diwakili Kepala Kesbangpol NTT, Noldi Pelokila.
Turut hadir Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah, Najir Prastiyo, Ketua PWM NTT Mukshin Masri, Ketua Bidang Kader PP Pemuda Muhammadiyah, unsur Polda NTT yang diwakili Dirintelkam, serta pimpinan Universitas Muhammadiyah Kupang.
Dari kalangan akademisi, hadir pula Dr. Rudi Rohi dari Universitas Nusa Cendana yang dikenal sebagai pengamat politik di NTT.
Suasana kegiatan semakin hangat dengan kehadiran berbagai organisasi lintas iman dan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor NTT, Pemuda Katolik, Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, PW Muslimat NTT, anggota KPU NTT, PDM Kota Kupang, Ketua PDPM se-NTT, mantan Ketua PWPM NTT, hingga Ketua BM PAN Jawa Tengah, Fani.
Kehadiran berbagai organisasi dan tokoh dari lintas latar belakang tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat kolaborasi dan toleransi masih tumbuh subur di bumi Flobamora. Forum itu juga memperlihatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persaudaraan, serta mendorong pembangunan daerah secara bersama-sama.















