MetroMediaNews.co – Saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur rawan terjadinya bencana longsor. Salah satunya yakni sejumlah pemukiman di Blok Pasir Ipis, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi. Sempat rumah yang berada di kawasan rawan bencana longsor akan direlokasi namun hingga kini belum dilakukan.
Pjs Kepala Desa Cibanteng Ridwan Gusmawandi menjelaskan, ada beberapa titik wilayah Desa Cibanteng, Rawabelut, dan Cikancana itu memiliki kontur tanah yang labil. Sudah ada beberapa pemukiman direlokasi, namun ada juga yang hingga kini belum direlokasi.
“Sempat tahun 2014 pemukiman di Kampung Gunung Salam terbawa pergerakan tanah, ada 9 rumah mengalami rusak berat, dan 8 rumah terancam dan 8 hektar lahan pertanian rusak. Ini memperlihatkan kawasan Cibanteng ini rawan pergerakan tanah dan longsor,” jelasnya.
Menurutnya untuk pemukiman warga di Kampung Gunung Salam ini sudah direlokasi. Akan tetapi masih ada 3 pemukiman warga di Kampung Blok Pasir Ipis yang rawan longsor dan pergerakan tanah, terlebih saat ini hujan deras mulai mengguyur kawasan Cibanteng.
“Rumah warga menggantung, dan sangat rawan ambruk. Sebenarnya tiga rumah ini sudah masuk ke dalam assement pendataan BPBD namun hingga belum ada realisasinya. Kami mengharapkan Pemkab Cianjur bisa merelokasi pemukiman warga tersebut,” tuturnya.
Pihaknya menambahkan ada beberapa wilayah yang dipetakan sebagai daerah lainnya yang rawan terjadi pergerakan tanah diantaranya berada di Dusun Cikaso dan Dusun Cibuntu. “Saya sudah infokan ke para kadus (Kepala Dusun) untuk selalu menyampaikan peringatan kepada warga agar selalu waspada antisipasi pergerakan tanah, apalagi saat ini memasuki musim penghujan,” jelasnya.
Diharapkannya meski masuk daerah rawan terjadi pergerakan tanah, tidak lagi terjadi longsor.
“Semoga tidak lagi terjadi peristiwa longsor dan pergerakan tanah,” harapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dan hasil penelitian tahun 2017 oleh Kementerian ESDM kontur tanah di kawasan Desa Rawabelut yang berbatasan Desa Cibanteng rawan pergerakan tanah karena berada dalam kondisi tanah batulempung, serpih tufaan, batupasir berlapis baik, serpih pasiran, dan lempung serpihan yang termasuk Formasi Cantayan (Mtts) dalam Peta Geologi Regional lembar Cianjur (Sudjatmiko, 1972).
Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur bulan November 2017 (Pusat Vulaknologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi), lokasi bencana terletak pada daerah potensi gerakan tanah tinggi artinya pada lokasi ini berpotensi tinggi terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.
Editor: Dedy Rahman
Reporter: Farhaan MR















