“Waktu itu usia saya sekitar 13 tahun dan memang dari kecil ingin punya kambing domba sendiri,” katanya.
Setelah memiliki satu ekor kambing, Adlu mulai berpikir untuk mengembangkan ternaknya. Ia kemudian membeli pasangan kambing tersebut agar bisa dikembangbiakkan. Setahun kemudian, kambing miliknya mulai beranak dan jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu.
Kini, anak sulung dari empat bersaudara itu telah memiliki ratusan kambing dan domba. Di kandangnya, terlihat sejumlah kambing dewasa, anak kambing yang baru lahir, hingga beberapa indukan yang sedang bunting.
“Ada ratusan jumlahnya. Ini juga ada beberapa yang baru lahir dan ada yang masih bunting,” tambahnya.
Tetap Fokus Sekolah dan Beternak
Meski memiliki kesibukan mengurus ternak, Adlu tetap berusaha membagi waktu dengan kegiatan belajar di sekolah. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, dirinya memberi makan ternak terlebih dahulu. Sore harinya, ia kembali mencari rumput untuk kebutuhan pakan kambing dan domba miliknya.
“Memang cukup sibuk, tapi saya bisa mengatur waktunya. Pagi kasih makan, sore cari rumput,” jelasnya sambil tersenyum bangga.
Sementara itu, ayah Adlu, Sukron, mengaku sangat mendukung usaha yang dijalankan anaknya. Menurutnya, sejak kecil Adlu memang menyukai hewan ternak dan memiliki semangat besar untuk mengembangkan usaha peternakan.
“Sekarang saya justru membantu menjualkan kambingnya ke pelanggan. Apalagi menjelang Iduladha banyak yang pesan lewat handphone,” tutur Sukron.
Untuk harga jual, kambing dan domba milik Adlu dipasarkan mulai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak.









