MMN.co, Cianjur – Sudah beberapa hari ini jalur jalan nasional Naringgul arah kabupaten Bandung diselimuti kabut tebal sehingga mengakibatkan jarak pandang gelap. Seperti halnya terjadi beberapa hari ini sekitar pukul 17.00 WIB menjelang sore jalan gelap tertutupi kabut putih yang tebal.
Oleh karenanya dihimbau kepada para penguna jalan untuk berhati-hati karena selain tebalnya kabut juga belum adanya lampu penerangan jalan umum sepanjang jalur jalan nasional Naringgul hingga batas kabupaten Bandung karena rawan akan kecelakaan.
Terpantau ada beberapa pengendara memilih berhenti untuk melanjutkan perjalanan baik yang arah menuju kabupaten Bandung juga sebaliknya arah menuju Cianjur Selatan.
Seperti dikatakan Dadang (35) salah seorang warga kabupaten Bandung menuturkan, kabutnya sangat tebal sehingga jarak pandang tidak bisa terlihat.
“Saya habis pulang dari kecamatan Sindangbarang saat melewati kecamatan Naringgul kabut turun sangat tebal, kalau biasanya tidak ada kabut yang tebal seperti sekarang ini,” katanya.
Sementara itu AKP Yayan Suharyana Kapolsek Naringgul memberikan himbauan kepada para penguna jalan baik yang menggunakan roda dua dan empat untuk hati hati dalam membawa kendaraannya mengingat beberapa hari ini hujan turun dan kabut tebal.
“Kami himbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati apabila melintas ke jalur jalan nasional Naringgul, selain cuaca yang tidak bersahabat sudah tiga hari ini, medan jalan banyak tikungan tajam dan tebing yang curam. Kalau orang yang baru pertama kali melintas jalur ini untuk ekstra berhati-hati jangan kebut kebutan,” ujarnya, Rabu (15/9/2021).
Jalur jalan Naringgul rawan terjadi kecelakaan lalulintas serta rawan longsor. Ditambah kalau menjelang malam hari gelap belum adanya fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU).
“Maka dari itu kami tegaskan untuk ekstra hati-hati apabila melintas jalur jalan nasional Naringgul hingga batas kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Seperti halnya kejadian yang belum lama ini ada salah seorang pengguna jalan warga Jakarta mengunakan kendaran roda empat yang tidak hapal medan jalan dan adanya kabut turun sehingga tidak menguasai medan jalan akhirnya kendaraan yang ditunggangi nya masuk jurang di tikungan Bantaracap. Beruntung dalam peristiwa lakalantas tunggal tersebut tidak ada korban jiwa,” tandasnya.
(Jay)















