SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Daerah

Pasien Ditagih dengan Cara Tak Etis : Perawat Klinik Mutiara Medika Datangi Rumah Yanto

30
×

Pasien Ditagih dengan Cara Tak Etis : Perawat Klinik Mutiara Medika Datangi Rumah Yanto

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Kab. Tangerang – Yanto, seorang pria asal Kampung Barusah RT 03/03, Desa Banyuasih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, melaporkan telah mengalami perlakuan tidak menyenangkan oleh seorang perawat di Klinik Pratama Mutiara Medika, yang berlokasi di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Mauk, Kecamatan Mauk. Kejadian ini bermula ketika Yanto dan anaknya berobat ke klinik tersebut pada Jumat, 02 Agustus 2024.

Setelah pemeriksaan dan cek kesehatan, Yanto menyelesaikan pembayaran sebesar Rp 220 ribu di kasir sesuai instruksi perawat. Namun, tiga hari kemudian, pada Senin, 05 Agustus 2024, perawat tersebut, didampingi rekannya, mendatangi rumah Yanto untuk menagih biaya tambahan sebesar Rp 500 ribu yang diklaim belum dibayar. Yanto mengungkapkan bahwa perawat tersebut melontarkan kata-kata yang tidak beretika dan memaksa Yanto untuk segera membayar kekurangan tersebut melalui transfer.

“Saat itu langsung saya bayar sesuai nominal yang disebutkan kasir sebesar Rp 220 ribu tanpa ada keterangan biaya lainnya,” jelas Yanto.

“Puncaknya baru saya ketahui tadi saat perawat itu yang didampingi rekannya mendatangi rumah saya dengan maksud untuk menagih biaya yang katanya belum saya bayar. Lalu saya pun mempersilakan keduanya untuk masuk dan duduk, tapi perawat itu enggan masuk malah melontarkan kata-kata yang saya nilai tidak punya adab, karena memaksa saya harus membayar saat itu juga kekurangannya sebesar Rp 500 ribu dengan cara di transfer,” ungkapnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab karena tidak ada uang tunai, Yanto meminta waktu kepada kedua perawat itu untuk mengambil uang dari ATM dan akan membayar sisanya di klinik. Namun, ketika Yanto mendatangi klinik tersebut untuk melunasi kekurangan biaya yang dimaksud, ia kembali mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari perawat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *