Merasa tidak puas dengan perlakuan tersebut, Yanto bersama tim awak media meminta klarifikasi kepada pihak klinik. Dalam klarifikasinya, perawat tersebut menuding Yanto yang salah karena tidak menjelaskan jumlah biaya yang harus dibayar ke kasir.
“Ya, Bapak ini kebetulan memang lama di sini. Penyampaian saya dari awal sudah jelas, cara komunikasi ke pasien pun sudah jelas soal keadaan dan kondisi pasien. Dan saat itu sudah saya jelaskan dan saya kasih tahu jumlah biayanya yang harus dibayar, kenapa bapak tidak menjelaskan jumlah biayanya ke kasir,” kata perawat itu saat klarifikasi di hadapan Yanto.
Perawat wanita tersebut juga menjelaskan bahwa alasan dirinya tidak mau masuk ke rumah Yanto saat menagih adalah karena khawatir tertular penyakit.
“Mohon maaf, soal saya tidak mau duduk di rumah bapak karena saya dapat chat dari si A bahwa bapak ini pasien yang dirawat. Terus terang karena saya baru menikah, dengan penyakit seperti itu saya takut,” jelasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pemilik klinik Pratama Mutiara Medika belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian ini. Kejadian ini menyoroti pentingnya etika dan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan. Pemilik klinik diharapkan segera menindaklanjuti pristiwa ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(Aris)















