SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Nasional

Angkat Ekonomi Masyarakat, Edih Ruhdiyat Buka UMKM

84
×

Angkat Ekonomi Masyarakat, Edih Ruhdiyat Buka UMKM

Sebarkan artikel ini

“Tiga tahun merintis UMKM pabrik kerupuk di Kampung Pasirparahu, ciptakan sumber daya manusia dan bantu masyarakat kecil menengah”

METROMEDIANEWS, CIANJUR – Edih Ruhdiyat (28) Pengusaha Muda asal Kota Sukabumi, patut diacungi jempol dan diapresiasi dalam kiprahnya mengangkat dan menciptakan peluang bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat.

Tiga tahun merintis dalam mengelola usahanya, kini Edih dan warga binaannya di Kampung Pasirparahu, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, sudah dapat merasakan hasil dari usahanya tersebut.

Berkat kegigihan, kerja keras dan kerja sama yang solid, kini Edih dapat mengembangkan usahanya dengan membuka UMKM pabrik kerupuk bagi warga disekitar Kampung Pasirparahu.

Edih menjelaskan, bahwa dirinya merintis dan mengembangkan usahanya termotivasi oleh orang tuanya. “Ayah saya yang selalu mensupport dan mendukungnya dalam berwiraswasta. Semua dilakukan dari nol dan hingga kini usahanya kian pesat dan berkembang,” ujar Edih kepada MMN, Senin (26/11/2018).

Edih menyampaikan, dirinya memutar otak dan bekerja keras dalam membangun usahanya agar maju dan sukses. “Tentunya segala sesuatunya saya lakukan untuk mensejahterakan keluarga. Oleh karena itu saya merintis usaha kecil-kecilan UMKM pabrik kerupuk,” ungkapnya.

Untuk produksi tidak dilakukan di Cianjur, Edih menambahkan, hanya dilakukan proses open (langseng-red) dan penjemuran bahan, kemudian di goreng. “Di Sukabumi itu milik orang tua saya, dari mulai awal cetak hingga akhir pemasaran karena melihat sikon dan situasi pemasaran bagus tidaknya untuk kedepan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *